Peran Ilmuwan dan Sains Islam Dalam Membentuk Peradaban Dunia (10)

peran ilmuwan islam

Sains Di Era Mesopotamia dan Mesir
Menurut Neugebauer, matematika astronomi Babilonia dimulai tidak lama setelah tahun %00 SM, ketika mereka mengembangkan suatu metode untuk menciptakan kalender lunisolar. Bangsa babilonia tampaknya telah menetapkan satu tahun sebagai waktu diantara titik musim panas berturut-turut, mendekati lamanya 365,25 hari. Ptolomeus astronom Yunani menyebutnya sebagai “tahun tropis”.   Dua belas konstelasi yang dikenal oleh bangsa Yunani sebagai tanda-tanda dalam zodiac, yang mana masing-masing sekitar 30 derajat lebarnya, dipilih untuk menandai progres pergerakan matahari setiap tahunnya.

Ahli-ahli astronomi Yunani dari zaman Hellenistik menjelaskan mengenai tahun sideris atau sidereal year, yaitu waktu yang dibutuhkan matahari untuk melakukan pergerakan satu kali putaran utuh mengitari zodiac. Bulan diukur dengan mengamati siklus lunar dari bulan baru sampai bulan purnama, dan kembali ke siklus bulan baru lagi. Bulan baru adalah ketika bulan berada diantara bumi dan matahari sehingga menunjukkan sisi gelapnya, sedangkan bulan purnama adalah ketika bulan berada pada sisi bumi yang terjauh dari bulan, dan cakram bundarnya akan bisa terlihat utuh. Ujung siklus ini yang paling mudah diamati adalah bentuk sabitnya yang pertama, yang muncul sehari atau dua hari setelah bulan baru di atas cakrawala barat setelah matahari terbenam.

Satu siklus lunasi bulan adalah waktu antara dua kemunculan dari bulan sabit pertama secara berurutan. Ini akan berlangsung rata-rata sekitar 29,5 hari selama kurun waktu 12 bulan. 12 bulan-bulan lunar setara dengan kira-kira 354 hari.  Jadi inilah yang merupakan kalender lunar yang sebenar-benarnya seperti yang umumnya digunakan didunia kalender Islam.  Namun perhitungan dengan cara ini akan menghasilkan penyimpangan sebesar 11,25 hari dalam setahun.  Maka bangsa babilonia menyesuaikannya dengan menambahkan bulan ke -13 setiap tiga tahunan.

Kemudian, di awal zaman Seleucid mereka menemukan sebuah skema yang oleh bangsa Yunani disebut siklus Metonik, dimana terdapat  12 tahun biasa yang terdiri dari 12 bulan dan diselingi 7 tahun lunar intercalary terdiri atas masing-masing 13 bulan. Siklus ini menghasilkan kalender Seleicid Mesopotamia yang memiliki kesalahan hanya 1 hari dalam 350 tahun. Siklus Metonik juga menjadi dasar dari kalender Yahudi dan kalender Kristen dan juga  kalender  India yang tertua.  (WD) 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • Guest - muhamad achjar nazaruddin

    subhanalloh, perhitungan astronomi oleh manusia dapat dilihat dari beberapa perspektif yang berbeda, shg munculah berbagai kalendar...tetapi sesungguhnya perhitungan waktu dari perspektif Alloh hanya satu, yaitu hitungan waktu yang kekal abadi selamanya..bagaimana perhitungan kalendar dilihat dari para ahli astronomi Islam?

    0 Like
  • Guest - muhamad achjar nazaruddin

    subhanalloh .. semoga informasi diatas merangsang generus LDII untuk menjadi seorang ahli astronomi yang bisa memberi kontribusi bagai umat, seperti dalam penetapan awal dan akhir ramadhan, penetapan jatuhnya hari wukuf sehingga tidak menjadi polemik yang tidak pernah berakhir .. insyaalloh, amiin

    0 Like
  • Guest - muhamad achjar nazaruddin

    subhanalloh .. semoga di era globalisasi ini, muncul cendekiawan muslim yang bisa mengulangi sejarah peradaban ilmu pengetahuan sehingga membuat umat agama lain sadar tentang kebenaran Islam sebagai satu-satunya agama disisi Alloh, amiin

    0 Like

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII