Menjaga Niat Beribadah Sangat Penting

IlustrasiDoa MiliVigerovaUnsplash

Ustadz Dave Ariant Yusuf, dalam salah satu tayangannya di Oase Hikmah menjelaskan tentang pentingnya menjaga niat dalam beribadah kepada Allah. Kita sebagai umat islam, mungkin pernah mendengarkan salah satu kutipan ayat didalam Al-quran.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ.
“Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku,” (QS. Adz Dzariyaat: 56).

Allah menciptakan manusia hidup didunia ini itu untuk beribadah. Mengerjakan ibadah itu terkadang mudah untuk dilakukan asal ada kemauan dan kesadaran untuk menjalankan kewajiban. Akan tetapi ada satu hal yang harus kita perhatikan dalam beribadah kepada Allah. Sebab jika tidak memperhatikan ini, ibadah yang susah payah kita lakukan ternyata ditolak oleh Allah, yaitu menjaga niat beribadah.

Dalam penjelasannya, ustadz Dave berujar melakukan ibadah rawan disusupi syaiton dengan sifat riya, pamer, ingin dipuji, ingin dikatakan hebat, ahli ibadah dan lain sebagainya. Dikarenakan sifat-sifat tersebut dapat merusak amal ibadah yang dikerjakan.

“Seluruh ibadah kita sekecil apapun jangan disisipi riya, pamer, ingin dipuji, ingin dikatakan hebat, ahli ibadah dan sebagaianya, karena itu akan merusak amal ibadah kita,” kata Ustadz Dave dalam pemaparannya.

Ustadz Dave memberikan salah satu contoh amalan yang bisa rusak karena kita tidak bisa menjaga niat ibadah. Beliau berujar suatu hari ia pernah membuka media sosial dan melihat sebuah status seseorang yang baru saja mengkhatamkan Al-quran. Di lain waktu beliau juga pernah melihat seseorang yang membuat postingan karena bisa beribadah ke tanah suci (Mekah-Madinah).

“Seolah-olah (yang diunggah di sosial media) merupakan wujud rasa syukur, tapi (tanpa disadari) disitu disusupi oleh rasa ingin disanjung, ingin dilihat hebat. Jangan sampai hati kita salah niat. Jangan sampai ibadah kita tersusupi dengan niat-niat yang tidak karena Allah,” kata Ustadz Dave.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah shallallahu alaihi wa salam, bersabda:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ustadz Dave berujar, contoh yang ia berikan merupakan hal yang sepele, pengamalan yang tanpa disadari disusupi niat yang tidak karena Allah.

“Contoh yang saya berikan adalah yang sepele saja. Karena Allah tidak akan menerima suatu amal ibadah kecuali dengan niat murni ibadah karena Allah, mengharap ridho Allah, dan mengharap rahmat Allah” kata ustadz Dave dalam pemaparannya.

Dalam kasus lain termaksud diantaranya mengajarkan ilmu tapi niat untuk mendapatkan pangkat, jabatan, kedudukan ingin dilihat hebat dan dikatakan orang yang faham agama. Mencari dunia dengan agama, sehingga berani menerobos batas-batas aturan agama. Naudzubillahi min dzalik.(laras/lines)

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII