Pasukan Paulus Merampok dan Menyandra - Invasi ke Negri-Negri Syam 30

perang-jaman-nabi

<<<Sebelumnya

Barisan depan arak-arakan Muslimiin dipimpin oleh Khalid. Barisan paling belakang dipimpin oleh Abu Ubaidah yang bertugas melindungi harta-rampasan, harta-kekayaan, sejumlah unta, para wanita dan anak-anak.

Seorang prajurit berkali-kali menoleh ke belakang, mengamati debu dari jarak jauh yang beterbangan. Dia titanya oleh Abu Ubaidah, “Ada apa?.”
Dia menjawab, “Sepertinya debu yang beterbangan yang makin mendekat itu, pasukan berkuda!.”
Abu Ubaidah tercengang dan berkata, “Memang penduduk Syam ingin mengalahkan kita! Kawanan musuh itu akan datang kemari!.”
Dalam waktu cepat, pasukan berkuda telah berdatangan di bawah pimpinan Paulus. Di atas kuda, Paulus didampingi dua pengawal berkuda. Adik Paulus bernama Petrus bergerak cepat menggerakkan pasukan, untuk melarikan sejumlah wanita dan merampok sejumlah mutiara. Pedang mereka yang diayun-ayunkan mempermudahkan kejahatan.
Beberapa wanita Muslimaat dan sejumlah mutiara mereka bawa kabur dengan mengendarai kuda yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Arak-arakan perampok itu mengalir ke arah Damaskus.
Ketika telah jauh, mereka berhenti menunggu pimpinan.

Abu Ubaidah terkejut dan berkata, “Demi Allah! Kali ini yang benar Khalid! Dia berkata ‘biarlah saya yang berada di barisan belakang’! Tapi saya membantah!.”
Paulus yang kepalanya dinaungi Salib oleh pasukannya, makin mendekati Abu Ubaidah. Panji dan bendera pasukan Paulus berkibar-kibar.
Para wanita Muslimaat dan anak-anak berteriak. Pasukan Muslimiin bagian belakang yang hanya berjumlah 1.000 orang, berperang melawan kawanan perampok yang berjumlah terlalu banyak. Paulus menyerang dengan garang pada Abu Ubaidah yang menangkis berkali-kali, dengan perisainya.  
Suasana riuh dan bising karena dentingan pedang; benturan perisai; teriakan; gertakan, dan jeritan mereka yang berperang. Debu-debu beterbangan ke atas dan ke segala penjuru.
Meskipun serangan Paulus, menyambar-nyambar menakutkan; namun Abu Ubaidah tak gentar. Dia melawan dengan sengit; pasukan Muslimiin lainnya berperang melawan pasukan Paulus yang ganas.

Suhail bin Shobach memacu kuda berkaki putih. Kuda pilihan yang berlari kencang sekali itu berasal dari Yaman, dan pernah dikendarai pada zaman Perang Yamamah.
Khalid dan pasukannya terkejut ketika mendengar teriakan Suhail yang mendekat dengan cepat: “Wahai Pimpinan! Selamatkanlah harta dan para wanita!.”
Khalid bertanya, “Ada apa?.”
Suhail berkata, “Wahai Pimpinan! Kawanan perampok dari Damaskus menyerang Abu Ubaidah dan orang-orang yang dijaga! Sejumlah anak-anak dan wanita telah disandra! Abu Ubaidah sedang berperang melawan mereka yang jumlahnya jauh lebih banyak! Kami akan kewalahan menghadapi perampok sebanyak itu!.”
Khalid beristirjak, “Innaa lillaahi wainnaa ilaihi roojiuuun! Tadinya saya sudah menganjurkan agar saya yang memimpin barisan di belakang! Dia tidak mau agar qodar Allah menjadi kenyataan.”
Khalid perintah pada Rafi’ bin Umairah agar memimpin 1.000 pasukan berkuda: “Berangkatlah segera! Serbu mereka!.”
Abdur Rohman bin Abi Bakr RA diperintah memimpin 2.000 pasukan berkuda: “Serbu Mereka!.”
Pasukan lainnya dipimpin oleh Khalid, lari cepat, menyusul mereka.
 

Rujukan: http://mulya-abadi.blogspot.com

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • Guest - rifai rilman

    Subhanalloh perjuangan para mujahid yang tidak kenal takut utuk menegakn qhj.....

    0 Like
  • Subhanalloh, sungguh keji kaum yang dipimpin oleh orang yang berdusta yang mengaku sebagai utusan, padahal tidak memiliki rasa kasih sayang dan belas kasihan..

    wallohu a'lam..

    0 Like
  • berjihad di jalan Alloh

    0 Like
  • Guest - muhamad achjar nazaruddin

    Dari kisah diatas dapat terlihat bahwa perilaku orang non-muslimin dari sejak zaman dulu hingga sekarang berperilaku BIADAB, hanya berbeda pada perangkat perang yang dipakai; tetapi hakekat ke BIADAB an mereka tetap sama ..oleh karenanya sangat tepat sekali Alloh telah mengingatkan bahwa orang muslim DILARANG menyaudara lahir-bathin dengan orang non-muslim .. namun sebagai budi-luhur sebagai WNI yang berdasarkan Pancasila dann UUD-45 maka kita sebagai umat muslim di Indonesia tetap harus menjaga "ukhuwah watoniah" sesama WNI ... mudah2an manfaat dan barokah

    0 Like

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII