Pilih Gula yang Baik dan Batasi Penggunaannya

Gula Pasir

Untuk menjaga kebugaran berpuasa Nabi dan para ahli menyarankan untuk berbuka puasa dengan yang manis, namun umumnya kita menkonsumsi makanan atau minuman manis bukan sekadar kurma atau papaya dan melon, melainkan es-es, kolak dan sebagainya yang terkadang mengandung gula yang berlebihan.

WHO menyebutkan bahwa konsumsi gula harian maksimal hanya 10% dari rata-rata jumlah kalori harian. Untuk laki-laki dewasa, konsumsi gula harian dibatasi hanya 9 sendok teh saja. Sedangkan untuk wanita jumlahnya lebih sedikit, hanya 6 sendok teh saja. Namun di Indonesia, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menyebutkan konsumsi gula per kapita tahun 2014 mencapai 11,2 kilogram. Artinya, rata-rata penduduk mengonsumsi sekitar 30,7 gram gula per hari.

Banyak juga ya gula yang kita konsumsi, untuk itu berhati – hatilah sahabat, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan massa tubuh yang jika terus tertumpuk menjadi penyakit diabetes. Bila ada yang berpendapat gula aren lebih baik dari pada gula putih ini karena gula aren memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah yaitu sebesar 35 sedangkan pada gula pasir indeks glikemiknya sebesar 58.

Indeks glikemik (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah 0-100. Indeks glikemik disebut rendah jika berada di skala kurang dari 50, indeks glikemik sedang jika nilainya 50-70 dan indeks glikemik tinggi jika angkanya di atas 70.

Selain itu dalam proses pembuatannya, gula aren umumya lebih alami sehingga zat-zat tertentu yang terkandung di dalamnya tidak mengalami kerusakan dan tetap utuh. Serta tidak membutuhkan proses penyulingan yang berkali-kali atau menggunakan tambahan bahan untuk memurnikannya.

Selain gula aren ada juga gula batu yang bisa menjadi alternatif manis sehat anda, gula batu diperoleh melalui proses kristalisasi larutan gula jenuh. Proses ini hanya mengubah bentuk dari gula pasir, tapi tidak mengubah kandungannya. Gula batu umumnya berwarna putih atau kuning kecokelatan, Hasil penelitian Global New Product Database (GNPD) tahun 2015 menunjukkan, selisih kandungan total gula antara gula batu dan gula pasir hanya 0,21 persen.

Artinya gula batu memiliki efek yang sama dengan dan gula pasir. Jika dikonsumsi secara berlebihan akan membuat kandungan gula darah Anda tinggi dan memperbesar risiko diabetes.

Ada baiknya lagi jika mengganti konsumsi gula harian dengan gula rendah kalori. Salah satunya gula rendah kalori Tropicana Slim. Gula rendah kalori ini dapat memenuhi kebutuhan rasa manis dengan asupan kalori yang sangat kecil, bahkan hingga 0 kalori. Penderita diabetes pun masih dapat menikmati rasa manis yang aman bagi tubuh.
PIlihlah gula sesuai kesehatan anda dan batasi penggunaannya agar tidak berlebihan dan menjadi bumerang bagi tubuh anda di masa depan. Sumber:detik.com/kompas.com Latifah Umami / LINES

 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII