Jokowi Minta Dukungan Ulama LDIIJAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u... Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3433 | Comments Read more |
Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal SosialOleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan... Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 773 | Comments Read more |
Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki KegelapanJakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies) di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj... Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3292 | Comments Read more |
Prof.Dr.Musliat, Prof.Dr.Ki Supriyoko
Saya ingin membahas mengenai sebuah
Rowahu al Buhori kitab al Hajj, “Barang siapa yang berhajji karna Alloh kemudian dia tidak menjima’ istrinya (dalam keadaam ihrom) dan tidak melanggar (larangan agama secara umum maupun larangan-larangan dalam hajji) maka dia kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.”
“Dan berkata Husin (perowi hadits), hajji mabrur itu kalau pulang dari hajji berhati-hati dalam urusan dunia dan senang dalam urusan akhirat.”
Ditanya Rosululloh SAW apakah baiknya hajji? Nabi menjawab: Memberi makan dan baik ucapannya. (Dalam riwayat Ahmad dan al Baihaqi: memberi makan dan menyiarkan salam).
Hajji mabrur, yang hasilnya luar biasa, adalah hajji yang dalam mengerjakannya benar-benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan al Baihaqi an Jabar, Rosululloh bersabda, “Ambillah diriku (Nabi) tentang ibadah hajji kalian, barangkali setelah tahun ini saya tidak melihat kalian..” Jadi kesimpulannya:
Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang hajjinya sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW.
Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang hajjinya tidak dicampuri dengan pelanggaran-pelanggaran, tidak dicampuri dengan dosa-dosa.
Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang dalam hajji dan setelah pulang dari hajji selalu mempunyai jiwa senang menolong kepada yang berhak ditolong, hatinya longgar, nyegoro, senang membantu, dan mempunyai jiwa dermawan.
Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang meningkat akhlak budi pekertinya yang luhur, sopan santun dan andap asornya meningkat, tata kramanya meningkat, yang semuanya itu ditandai dengan ucapannya yang baik dan lemah lembut.
Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang setelah pulang dari hajji dalam urusan dunia tambah mutawari’, tambah zuhud, tambah hati-hati, lebih menjaga tentang halal-harom, haq dan bathil, sah dan tidak sah, melanggar dan tidak melanggar, sehingga urusan dunianya tidak mempengaruhi/merusak ibadahnya. Dalam urusan ibadah dia lebih bersemangat, lebih nggedodor, lebih methithi, lebih dipolkan lagi daripada sebelum hajji.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, Rosululloh SAW bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Alloh telah mewajibkan hajji kepada kalian, maka berhajjilah.”
Umat Islam yang sudah melaksanakan ibadah hajji berarti mereka sudah mendapatkan kefadolan-kefadolan hajji, antara lain:
Orang yang hajji mendapatkan lipatan pahala Tanah Harom, yaitu satu kebaikan yang dikerjakan di Tanah Harom sama dengan 100.000 kebaikan yang dikerjakan di luar Tanah Harom (hadits rowahu Ibnu Khozimah wal Hakim).
Jadi ibadah hajji disamping secara umum pahalanya jelas maka setiap bagian-bagian manasik hajji juga ada pahalanya sendiri-sendiri.
Orang yang melaksanakan ibadah hajji bisa berdoa di tempat-tempat mustajabah yang tidak ada di luar Makkah Madinah dan sekitarnya, seperti berdoa di Multazam, berdoa di Maqom Ibrohim (setelah sholat 2 rokaat sehabis towaf), berdoa di Shofa dan Marwah, berdoa di Arofah pada sore hari ketika wuquf, berdoa di Mash’ar al Harom Musdzalifah dan tempat-tempat lainnya.
Masih banyak lagi kefadolan-kefadolan ibadah hajji lainnya yang tidak tertulis di sini. Semoga Alloh paring manfaat dan barokah.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|