Liputan Media

Jokowi Minta Dukungan Ulama LDII

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u...

Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3606 | Comments

Read more
Follow us on Twitter

Opini 

Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Oleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan...

Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 805 | Comments

Read more

Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki Kegelapan

Jakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies)  di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj...

Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3381 | Comments

Read more
More in: Opini
Penilaian Pengunjung: / 5
KurangTerbaik 
Indeks Artikel
Pemeliharaan Kesehatan Umat & Gerakan Sayang Kehidupan
Hal 2
Hal 3
Hal 4
Semua Halaman

by Ranie Dewiyanti

“Pembangunan manusia sebagai insan harus dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupannya, mulai dari dalam kandungan, bahkan jauh sebelumnya, yaitu dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan para calon ibu, kemudian sebagai bayi, balita, usia sekolah, remaja, pemuda, usia produktif, sampai kepada usialanjut. Untuk itu, pembangunan kesehatan memegang peran yang amat penting dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dalam setiap tahap kehidupan tersebut, sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi. Selain berperan dalam membangun manusia sebagai insan, pembangunan kesehatan juga berperan penting membangun manusia sebagai sumber daya pembangunan. Derajat kesehatan yang tinggi akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Peningkatan produktivitas ini akan mempertajam kemampuan daya saing bangsa dalam dunia yang makin ketat persaingannya”

Beberapa saat lalu, saya tergelitik LAGI oleh 2 (dua) hal yang dulu pernah saya pikirkan agak mendalam.  Dalam arti kata, saya seperti digeuingkeun (diingatkan kembali : sunda-red) mengenai dua hal tersebut yang entah kenapa di beberapa tahun terakhir ini saya sedikit kendurkan semangat untuk menggerakkannya.

Bukan pekerjaan besar, hanya bentuk awareness terhadap PENGEMBANGAN GENERASI PENERUS UMAT  dan PEMELIHARAAN KESEHATAN UMAT. Let’s say, Pengembangan generasi penerus umat bukan perkara yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Jadi tentunya perihal kedua-lah yang ternyata lebih menggelitik saya dan jujur “menyesakkan” dada saya sehingga akhirnya saya memenuhi janji untuk mengisi rubrik ini lagi (thx to Nemo, alhamdulillah jazaakallahu khoiro).

Jadi, saya termasuk insan yang percaya bahwa Peningkatan Kesejahteraan Manusia yang sempurna adalah melalui Pembangunan Manusia Seutuhnya.  Meliputi pembangunan Jasmani, Rohani/Mental & Spiritual.

Selanjutnya, pembangunan tersebut diperlukan guna meningkatkan derajat Hidup insan di dunia, dalam arti lebih luasnya, dengan kualitas Hidup tiap individu yang baik maka secara otomatis akan meningkatkan kualitas Hidup insan secara komunal dan semua usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat banyak itu (yang ada dalam komunitas basis) untuk meningkatkan seluruh Kehidupan mereka baik kehidupan Individual, Berkeluarga, Bermasyarakat, Bernegara bahkan kehidupan Beragama akan terdongkrak pula kualitasnya.  Ini berarti, termasuk REGENERASI umat (bila komunitas basis tersebut kita batasi sebagai Umat) pun akan dengan mudah dilaksanakan secara optimal dan cara-cara yang maksimal.

Pada paragraf di atas, akan lebih singkat bila saya kemukakan diperlukan upaya-upaya dan gerakan-gerakan yang lebih terarah untuk Menghargai dan Menyayangi Hidup sebagai bentuk penghargaan menyeluruh pada setiap sendi kehidupan Insani.

Tolong jangan diartikan secara harfiah, bahwa gerakan dan upaya ini adalah gerakan mencintai Hidup dan Takut Mati, sehingga akan bias menjadi Cintailah hidup dan lakukan apapun selagi kita hidup... karena hal tersebut akan mengarah pada kultur globalisasi, dengan aneka kemudahan yang merasuki segala aspek kehidupan manusia, dimana hal ini malah menjadi keprihatinan yang mendasar, karena nilai dan kultur globalisasi mampu meluluhlantahkan tatanan sosial dan sekat-sekat perbedaan, primodialisme, sektarianisme.  Padahal, fakta tersebut sejatinya harus menjadikan umat manusia / umat Islam untuk menunjukkan eksistensi keislamannya di tengah dunia modern ini.

Ok, sekarang saya menyodorkan kata “umat Islam” dalam tulisan ini ... artinya, mungkin sekarang kita akan batasi lagi komunitas basis tersebut sebagai umat dan umat-nya adalah umat Islam.

 

Sedikit menyimpang, ada Fakta kontekstual nan monumental manakala menyimak keprihatian para Umat Beragama Indonesia terhadap minimnya para tenaga, tokoh, cendikia, intelektual dengan kompetensi, kapabilitas, ‘militansi’ dan profesional dalam membumikan misi dan visi masing-masing agamanya. Roh keislaman, kekatolikan, keprostestanan, kehinduan dan kebudhaan mengalami erosi simultan.  Itulah yang diakibatkan adanya kultur globalisasi yang dimaksud di atas, dimana keprihatinan tersebut bermula dari terputusnya proses kaderisasi.

Kembali lagi ke masalah Gerakan & Upaya Menghargai & Menyayangi Hidup, secara langsung dan tidak langsung, adanya kendala-kendala dan ketidakmampuan kita dalam meningkatkan derajat kehidupan umat, dimana jika kita garis bawahi lagi dalam bidang kesehatan umat, maka hal itu juga akan memutus proses kaderisasi, karena kualitas kesehatan insan yang rendah akan menurunkan secara signifikan produktivitas, semangat, militansi dan rutinitas beragama sekalipun dalam lingkungannya.

Nah, berarti .... Ada kepentingan tersendiri yang terkandung dalam kata Pemeliharaan Kesehatan Umat di atas.  Karena ternyata, Pemeliharaan Kesehatan Umat berbanding Lurus dengan Kualitas Hidup Umat dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur produktivitas, semangat, militansi & rutinitas beragama sebagai aktivitas krusial dalam Proses Regenerasi & Pengkaderan Umat. Right???

Katakanlah saya benar, pun bila saya salah, setidaknya, teori di atas berbasiskan informasi yang saya peroleh dari beberapa teori sosiologi, opini publik, penelitian, program pembangunan Indonesia dan artikel berita kondisi masyarakat pada umumnya.

Ada sebuah fakta lain yang sejak tahun 2009 dicermati oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah bahwa kita tidak akan bisa melakukan Pemeliharaan Kesehatan Umat yang terpadu bila kita tidak membuat sebuah Karya Kesehatan untuk, dari dan oleh umat itu sendiri. Sebuah komunitas yang selama 25 tahun membangun Karya Besar Kesehatan dengan muatan Spiritual yang tinggi dan sukses besar, pada tahun 2009-2011 ini mengakui tidak mudah mempertahankan Karya tersebut untuk tetap besar yang pada akhirnya mempengaruhi keadaan mental, spiritual dan fisik komunitas tersebut.

Apalagi bila kita mengandalkan kondisi pemeliharaan & pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia dimana hal itu sangat terkait masalah tentang hanya ada dua jenis rumah sakit, yakni rumah sakit profit dan non-profit.  Ini menyulitkan, Sementara jaminan pemeliharaan kesehatan belum bisa menyentuh seluruh masyarakat Indonesia.  Asuransi kesehatan dan Jaminan yang ada masih bersifat “nanggung”, bisa menjamin kalangan atas karena besarnya “premi” yang diberikan dan kalangan miskin karena adanya Askeskin.  Tapi beberapa lapisan masyarakat yang tidak berada di Atas dan juga Tidak Miskin, tetap kesulitan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.  Karena tidak bisa memberikan Premi besar, namun tidak bisa mendapatkan pelayanan Gratis dari Askeskin.  Well, itu jadi masalah tersendiri kan???


Kembali ke Pemeliharaan Kesehatan Umat, melalui Karya Kesehatan. Menurut hemat saya karya-karya ini harus memiliki persyaratan-persyaratan tertentu yang dilandasi oleh penghayatan spiritualitas karya kesehatan.

Nah lho.. apaan tuh???

Baiklah, untuk lebih singkatnya, yang ingin saya sampaikan adalah kita tidak akan bisa mengoptimalkan kehidupan beragama kita melalui insan-insan yang tidak terjamin permasalahan kesehatan mereka.  Namun, tantangan jaman ini adalah bahwa semua upaya pemeliharaan kesehatan baik yang diselenggarakan oleh swasta maupun pemerintah sekalipun, tidak bisa menjadi solusi menyeluruh umat islam/kita.  Berbagai instansi pelayanan kesehatan pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan seperti yang kita tahu, namun bentuk-bentuk pelayanan kesehatan swasta dewasa ini apakah rumah sakit, asuransi kesehatan, dll lebih condong pada pihak-pihak yang ingin diuntungkan.  Apalagi bila rumahsakit dan asuransi itu berbentuk perseroan yang harus mendatangkan profit bagi perusahaan, maka Pemeliharaan Kesehatan Umat yang mendasar, terpadu serta menyeluruh tidak akan pernah terbentuk.  Sementara menurut hemat saya, Saat ini Pemeliharaan Kesehatan Umat melalui Karya Kesehatan untuk umat, MEMILIKI URGENSITAS YG SANGAT TINGGI.

Sehingga akhirnya, saya berkhayal untuk dapat merasakan Penghayatan Spiritual Karya Kesehatan di lingkungan umat/kita.

Dimana kita menyadari bidang kesehatan menjadi salah satu bidang masyarakat yang sangat menentukan kehidupan. Sangat penting kita menekankan pentingnya karya kesehatan yang dijalankan Umat Islam/kita melalui lembaga-lembaga pelayanan kesehatan SENDIRI yang menempatkan pasien tetap sebagai pasien yang wajib dilayani sebaik-baiknya sebagai ‘tamu Ilahi’, bukan lagi sebagai customer, client, dsb.  Adalah tantangan para Pemuka Agama, bagaimana mendampingi mereka umat untuk tetap menjunjung tinggi tegaknya moral Islami dalam melayani sesama umat/manusia.

Menghadapi tantangan-tantangan bidang kesehatan yang ada sekarang, alangkah baiknya jika kita menekankan pemberdayaan umat basis menjadi arah kebijakan bidang kesehatan yang sangat relevan. Misalnya, pentingnya upaya-upaya meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit melalui pemberdayaan komunitas basis sebagai tindakan preventif. Alasannya, menurut riset, faktor terbesar yang mempengaruhi kesehatan adalah faktor perilaku (misalnya pola makan, pola hidup) dan faktor lingkungan (misalnya polusi). Dengan demikian, umat basis di lingkungan dan kelompok kategorial perlu mempunyai pelayanan peningkatan kesadaran tentang kesehatan dan pencegahan penyakit di tengah masyarakat.  Serta fasilitas-fasiltas pelayanan kesehatan lainnya, termasuk JPKM/Asuransi Kesehatan Sendiri yang menekankan pemberdayaan umat basis.


Salah satu inisiatif umat basis sebagai upaya awal & pertama misalnya Gerakan Menghargai & Sayang Kehidupan seperti yang saya kemukakan di atas. Misalnya juga melalui kampanye didasarkan atas banyaknya kasus aborsi di Indonesia yang mencapai dua juta orang per tahun. Angka kasus tersebut berarti 13% dari angka kasus aborsi seluruh dunia terjadi di Indonesia. Dan yang mengejutkan, delapan puluh persen pelaku aborsi di Indonesia tidak dilakukan oleh perempuan dalam kondisi terpaksa, misalnya kecelakaan, melainkan dilakukan ibu-ibu yang sudah berkeluarga.

Yaaahh ... begitulah kira-kira.

Saya akan menghabiskan kolom ini bila saya terus memaparkan apa itu Karya Kesehatan dan lain-lainnya tadi.  Jadi, untuk sementara saya sudahi dulu.  Mudah-mudahan, saya menemukan khayalan lanjutan yang berkenaan dengan Gerakan & Upaya itu.
Pan asek juga kalo kita punya jaminan pemeliharaan kesehatan yang tidak terbentur berbagai regulasi yang menimbulkan kesenjangan dan hambatan untuk sehat. Atau, kita bisa hidup tenang karena kualitas kesehatan kita sudah ada di titik teratas.
Ini berproses??? Tentu IYA.....


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Comments (5)
  • lacoste shoes
    know more aboutit .
  • DYER27GALE  - respond this topic
    The credit loans suppose to be important for people, which want to ground their organization. As a fact, it's not really hard to get a small business loan.
  • Home furniture
    HI
    nice and useful! i would like to say thank you about this cool post & your Decent a site….
    thank you!
  • Sofa Covers  - Sofa Covers
    Hi there,
    Pemeliharaan Kesehatan Umat & Gerakan Sayang Kehidupan
    Heck of a cool idea here! I appreciate the work done by the website attendants to make this post happen.
  • Buy Essay in UK
    Great post very nice!
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Catatan: Webmaster/pengelola website LDII tidak membalas tulisan yang dikirimkan lewat komentar.
Jika ingin bertanya, silakan menghubungi kami dari halaman Contact Us / Hubungi Kami