Liputan Media

Jokowi Minta Dukungan Ulama LDII

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u...

Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3803 | Comments

Read more
Follow us on Twitter

Opini 

Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Oleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan...

Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 840 | Comments

Read more

Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki Kegelapan

Jakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies)  di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj...

Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3462 | Comments

Read more
More in: Opini
Penilaian Pengunjung: / 5
KurangTerbaik 
Indeks Artikel
Pemeliharaan Kesehatan Umat & Gerakan Sayang Kehidupan
Hal 2
Hal 3
Hal 4
Semua Halaman

Ok, sekarang saya menyodorkan kata “umat Islam” dalam tulisan ini ... artinya, mungkin sekarang kita akan batasi lagi komunitas basis tersebut sebagai umat dan umat-nya adalah umat Islam.

 

Sedikit menyimpang, ada Fakta kontekstual nan monumental manakala menyimak keprihatian para Umat Beragama Indonesia terhadap minimnya para tenaga, tokoh, cendikia, intelektual dengan kompetensi, kapabilitas, ‘militansi’ dan profesional dalam membumikan misi dan visi masing-masing agamanya. Roh keislaman, kekatolikan, keprostestanan, kehinduan dan kebudhaan mengalami erosi simultan.  Itulah yang diakibatkan adanya kultur globalisasi yang dimaksud di atas, dimana keprihatinan tersebut bermula dari terputusnya proses kaderisasi.

Kembali lagi ke masalah Gerakan & Upaya Menghargai & Menyayangi Hidup, secara langsung dan tidak langsung, adanya kendala-kendala dan ketidakmampuan kita dalam meningkatkan derajat kehidupan umat, dimana jika kita garis bawahi lagi dalam bidang kesehatan umat, maka hal itu juga akan memutus proses kaderisasi, karena kualitas kesehatan insan yang rendah akan menurunkan secara signifikan produktivitas, semangat, militansi dan rutinitas beragama sekalipun dalam lingkungannya.

Nah, berarti .... Ada kepentingan tersendiri yang terkandung dalam kata Pemeliharaan Kesehatan Umat di atas.  Karena ternyata, Pemeliharaan Kesehatan Umat berbanding Lurus dengan Kualitas Hidup Umat dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur produktivitas, semangat, militansi & rutinitas beragama sebagai aktivitas krusial dalam Proses Regenerasi & Pengkaderan Umat. Right???

Katakanlah saya benar, pun bila saya salah, setidaknya, teori di atas berbasiskan informasi yang saya peroleh dari beberapa teori sosiologi, opini publik, penelitian, program pembangunan Indonesia dan artikel berita kondisi masyarakat pada umumnya.

Ada sebuah fakta lain yang sejak tahun 2009 dicermati oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah bahwa kita tidak akan bisa melakukan Pemeliharaan Kesehatan Umat yang terpadu bila kita tidak membuat sebuah Karya Kesehatan untuk, dari dan oleh umat itu sendiri. Sebuah komunitas yang selama 25 tahun membangun Karya Besar Kesehatan dengan muatan Spiritual yang tinggi dan sukses besar, pada tahun 2009-2011 ini mengakui tidak mudah mempertahankan Karya tersebut untuk tetap besar yang pada akhirnya mempengaruhi keadaan mental, spiritual dan fisik komunitas tersebut.

Apalagi bila kita mengandalkan kondisi pemeliharaan & pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia dimana hal itu sangat terkait masalah tentang hanya ada dua jenis rumah sakit, yakni rumah sakit profit dan non-profit.  Ini menyulitkan, Sementara jaminan pemeliharaan kesehatan belum bisa menyentuh seluruh masyarakat Indonesia.  Asuransi kesehatan dan Jaminan yang ada masih bersifat “nanggung”, bisa menjamin kalangan atas karena besarnya “premi” yang diberikan dan kalangan miskin karena adanya Askeskin.  Tapi beberapa lapisan masyarakat yang tidak berada di Atas dan juga Tidak Miskin, tetap kesulitan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.  Karena tidak bisa memberikan Premi besar, namun tidak bisa mendapatkan pelayanan Gratis dari Askeskin.  Well, itu jadi masalah tersendiri kan???



Comments (5)
  • lacoste shoes
    know more aboutit .
  • DYER27GALE  - respond this topic
    The credit loans suppose to be important for people, which want to ground their organization. As a fact, it's not really hard to get a small business loan.
  • Home furniture
    HI
    nice and useful! i would like to say thank you about this cool post & your Decent a site….
    thank you!
  • Sofa Covers  - Sofa Covers
    Hi there,
    Pemeliharaan Kesehatan Umat & Gerakan Sayang Kehidupan
    Heck of a cool idea here! I appreciate the work done by the website attendants to make this post happen.
  • Buy Essay in UK
    Great post very nice!
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Catatan: Webmaster/pengelola website LDII tidak membalas tulisan yang dikirimkan lewat komentar.
Jika ingin bertanya, silakan menghubungi kami dari halaman Contact Us / Hubungi Kami