




| Dibalik Awan |
|
|
| Rabu, 27 Januari 2010 09:12 | |||
|
Kadang bertumpuk dan bertingkat. Seribu kesan yang berbeda setiap kali berada di balik awan. Bahkan kadang menakutkan, ketika tiba – tiba pesawat menembus gerombolan awan tebal dan hitam.Berangkat dari ketaktahuan, lama – kelamaan menjadi sedikit tahu salah satu misteri Ilahi. Dulu yang hanya bisa memandang awan dengan mendongakkan kepala, sekarang bisa berlama – lama menunduk melihatnya. Kemajuan telah membawa manusia kepada tingkat peradaban yang lebih tinggi. Seakan banyak hal yang terkuak, sebagai buah dari usaha dan perkenan Yang Kuasa. Namun dari semua itu jangan pernah kehilangan hikmah dari setiap perkembangan yang ada. Sebab rugi ketika kita hanya mendapatkan kesenangan, tetapi kehilangan hal penting: hikmah dan pelajaran di dalamnya.Kegiatan bolak – balik naik pesawat ini mengingatkan saya sebuah dalil di dalam surat Al-An’am ayat 125 ;
Allah berfirman;Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Awal – awal saya mengaji di LDII, dalil ini sering didengungkan sebagai parameter awal kesungguhan dalam beribadah. Barangsiapa yang entengan, ringan kaki, senang, semangat, ringan tangan dalam melaksanakan amal sholih beribadah, insya Allah itu sebagian tanda Allah berkenan memberikan pertolongan dan petunjukNya. Namun sebaliknya, jika ada tanda – tanda malas, sempit, rupek, aras-arasan, itu adalah tanda yang perlu digarisbawahi agar jangan sampai menjadi tanda kejelasan akan hilangnya hidayah itu dari kita. Disuruh datang mengaji terasa berat. Ada yang nggandoli. Beribu alasan seperti diajak naik ke langit. Mendaki langit ke tujuh. Dingin dan beku. Masih terngiang rasanya nasehat para ustadz penyampai itu di telinga. Tak lekang oleh waktu.
Comments (8)
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2
|
| KisahKisah Jody Maulana Mon, Oct 5, 2009 at 07:21AM |
| Article Yang Lain |






![]() | Today | 524 |
![]() | Yesterday | 2464 |
![]() | This week | 12397 |
![]() | Last week | 18484 |
![]() | This month | 5547 |
![]() | Last month | 66386 |
![]() | All days | 978971 |
| Fraga Siswa SMA Madani Peraih Medali Emas Kebumian Tingkat Nasional Fraga Luzmi Fahmi siswa SMAN Model Terpadu Madani Palu,dan remaja LDII Palu,merupakan satu-satunya siswa Sulteng yang mampu meraih prestasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Jakarta untuk mata pelajar [ ... ] |
| Article Yang Lain |