Liputan Media

Jokowi Minta Dukungan Ulama LDII

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u...

Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3840 | Comments

Read more
Follow us on Twitter

Opini 

Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Oleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan...

Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 848 | Comments

Read more

Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki Kegelapan

Jakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies)  di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj...

Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3475 | Comments

Read more
More in: Opini
Penilaian Pengunjung: / 8
KurangTerbaik 

diskusi kebangsaan pentingnya pendidikan akhlak

Merebaknya perilaku menyimpang di kalangan remaja,pada khususnya di kondisi kekinian adalah  merupakan satu bukti kemerosotan akhlak masyarakat yang terus terkikis  Mereka sudah tidak lagi terikat dengan agamanya.. Demikian sambutan pembukaan  ketua  DPP LDII Sobar Wiganda mewakili Ketua Umum pada acara diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan pada hari ini (Rabu 21/3) di lt.3 Kantor DPP LDII Jl. Arteri Tentara Pelajar no.28  Senayan Jakarta Pusat.

Diskusi kebangsaan yang menghadirkan Tokoh Pendidikan  seperti Ki Supriyoko dari Taman Siswa Jogyakarta, KH. Mahrus Amin dari Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, hadir juga sebagai nara sumber ,Musliat Wakil Menteri dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI .
Diskusi yang bertemakan Pentingnya Pendidikan Akhlak di negeri Krisi Moral ini dipandu oleh Moderator  Hidayat Nahwi rasul dari Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa.

Banyaknya kemaksiatan seperti meluasnya penyalahgunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, durhaka kepada kedua orang tua, tawuran antar  pelajar, antar  kelompok adalah segelintir contoh dan bukti betapa generasi  bangsa semakin jauh dari sentuhan nilai-nilai Akhlakul Karimah dan  sudah hilangnya rasa malu. Sehingga dipertanyakan bagaimana sistem pendidikannya, karena perilaku menyimpang justru terjadi di lembaga pendidikan, ungkap Musliat,Wakil Menteri pendidikan dan kebudayaan mengawali diskusinya.

Yang paling menakutkan lagi menurutnya adalah hilangnya rasa saling menghormati bahkan rasa memiliki Negara tercinta ini.”Mestinya bisa memilah, kalau pemerintah yang salah ya pemerintahannya, jangan negaranya yang dijelekkan dengan merusak kepentingan masyarakat banyak”,
Hal-hal yang terjadi diatas adalah merupakan keprihatian nasional, sehingga dengan demikian Mendikbud berkesimpulan bahwa pendidikan karakter bangsa harus masuk kedalam kurikulum nasional. Lebih lanjut Wamendikbud juga mengapresiasi kepada LDII yang memiliki infrastruktur yang cukup dan punya massa yang cukup banyak, organisasi yang  mapan sampai ke grassroot.

Dalam kesempatan itu Mendikbud juga menjelaskan  bahwa saat ini sedang memproses ulang kurikulum nasional untuk memasukkan kembali Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran di tingkat dasar dan menengah. Termasuk didalamnya adalah pendidikan Akhlak didalam mata pelajaran Agama. Bahwa ternyata untuk memperbaiki Akhlak budi pekerti bangsa bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita semua terutama sebagai ormas keagamaan.

Sementara Ki Supriyoko tokoh pendidikan asal Jogyakarta yang sekaligus sebagai pimpinan Taman Siswa kepada LDII berpesan agar terus menyerukan kepada semua msyarakat tentang budi pekerti yang sudah di tauladani oleh Rosululloh  SAW dengan hikmah, dan bantahlah jika ada yang menentang dengan cara lemah lembut, itupun bila perlu. Lebih lanjut Ki Supriyoko menjelaskan bahwa tandanya bangsa itu sudah krisis moral apa bila sudah terjadi  penyimpangan sosial, perbuatan asusila, dan korupsi sudah membudaya.

Sebagai pembicara terakhir, pada diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPP LDII, KH. Machrus Amin menyampaikan  pentingnya pembangunan Bangsa melalui Pendidikan Pondok Pesantren. Karena menurutnya didalam  Pondok Pesantren ada pilar-pilar pendidikan yang meliputi pembinaan jiwa seperti keikhlasan, kemandirian, kesederhanaan, ukhuwah dan jiwa merdeka.


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Comments (3)
  • LDII KUDUS
    Selamatkan generasi muda dari perbuatan yang bisa merusak cinta Tanah air INDONESIA

  • LDII KUDUS
    Selamatkan generasi muda dari perbuatan yang bisa merusak cinta Tanah air INDONESIA

  • Tugino
    alhamdulillah masih ada ormas yg peduli dgn ahklak dan moral bangsa,ngeri memang kalau melihat ahklak jaman sekarang bukan saja kawula muda tapi yang sudah tuapun memberikan contoh keliru,kadang sebagai orang tua saking sayangnya keanak2 selalu dimanja,akan tetapi tdk sadar bahwa si anak tumbuh
    tdk bnr keorang yg lebih tua tdk sopan tidak mau disuruh dsb.akhirnya anak mau enaknya saja tdk ada rasa tanggung jawab dgn perbuatannya parahnya lagi tdk mau ibadah kalau sdh begitu bagaimana dgn bangsa kita??????????????????
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Catatan: Webmaster/pengelola website LDII tidak membalas tulisan yang dikirimkan lewat komentar.
Jika ingin bertanya, silakan menghubungi kami dari halaman Contact Us / Hubungi Kami