Jokowi Minta Dukungan Ulama LDIIJAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u... Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3665 | Comments Read more |
Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal SosialOleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan... Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 822 | Comments Read more |
Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki KegelapanJakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies) di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj... Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3402 | Comments Read more |
Prof.Dr.Musliat, Prof.Dr.Ki Supriyoko
Saya ingin membahas mengenai sebuah
JAKARTA (Pos Kota) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak akan latah ikut-ikutan menggulingkan Susilo Bambang Yudhoyono dari kursi kepresidenan, sejauh SBY tidak melanggar konstitusi dan selama ini tidak ada konstitusi yang dilanggar SBY. “Jadi NU tidak akan menggulingkan SBY kalau SBY memiliki kebijakan yang salah, atau kurang tepat mari kita kritisi,” kata Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj saat menerima Ketua Umum DPP LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Prof Dr KH Abdulah Sam, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis.
Said Aqil mengatakan dalam sistem ketatanegaraan kita, SBY tidak bisa dijatuhkan dari kursi kepresidenan hanya karena kebijakan, lain halnya kalau SBY melanggar konstitusi. “Kalau presiden salah dan pasti manusia ada salahnya, jangan dijatuhkan tapi ayo kita kritik,” tuturnya. Menyinggung soal aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan mau menggulingkan, menurut Said Aqil, unjuk rasa itu hak setiap orang untuk mengekspresikan pendapatnya, atau unek-uneknya boleh-boleh karena itu hak demokrasi.
Namun, kata Said Aqil, agar para pengunjuk rasa itu juga mengembangkan demokrasi yang berakhlak. “Jadi silakan saja unjuk rasa, sejauh tidak merusak, tidak menghina, kritik boleh tapi tidak menghani,” kata Said Aqil menanggapi aksi unjuk rasa yang menurunkan poster SBY. (johara)
Teks : Ketua PBNU Said Agil Siradj
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|