Liputan Media

Jokowi Minta Dukungan Ulama LDII

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u...

Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3487 | Comments

Read more
Follow us on Twitter

Opini 

Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal Sosial

Oleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan...

Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 787 | Comments

Read more

Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki Kegelapan

Jakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies)  di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj...

Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3315 | Comments

Read more
More in: Opini
Penilaian Pengunjung: / 88
KurangTerbaik 

EntrepreneurshipSaya ingin membahas mengenai sebuah pertanyaan yang simple, namun dapat menandakan tingkat kemakmuran negara kita.

“Apa bedanya sarjana  Indonesia dengan sarjana Singapore ?”
Jawabnya adalah ;
“Sarjana Indonesia, begitu lulus kuliah akan bertanya, saya mau kerja apa ya ?”
“Tapi, kalau sarjana Singapore, begitu lulus kuliah bertanya, saya mau bisnis apa ya ?”

Itulah sepenggal cerita yang mau tidak mau, suka atau tidak suka memang menjadi suatu realita pola pikir  para sarjana kita. Pertanyaan semacam itu, seolah mendapat dukungan kuat dari data statistik, yang menunjukkan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 0,2% dari jumlah penduduknya, yaitu hanya 500.000 orang. Sementara suatu negara akan memiliki pondasi perekonomian yang kuat  dan akan memenuhi persyaratan awal  untuk menjadi negara maju, jika memiliki jumlah pengusaha sebanyak minimal 2% dari jumlah penduduknya.

Bandingkanlah dengan tetangga kita, Malaysia yang telah memiliki pengusaha sebesar 3%, Singapura 7%, China 10%, apalagi negara adidaya, Amerika Serikat, memiliki jumlah pengusaha tertinggi, yaitu  12,5% dari jumlah penduduknya.

Lalu cobalah kita perhatikan, jika ada suatu seminar atau pameran entrepreneurship yang diadakan di suatu tempat, walaupun sudah dipromosikan dengan gencar, namun  biasanya akan mendapat antusiasme yang relatif ‘dingin’ dari para pengunjungnya, walaupun tidak semua tempat pameran sepi pengunjung. Namun apa yang terjadi jika ada suatu event Job Fair, atau pameran ajang pembukaan lowongan kerja  ??? Wah, tanpa dikomando, tanpa digembar – gemborkan, pesertanya bisa dipastikan akan selalu membludak, penuh sesak,  saling berebut untuk melamar pekerjaan.

Ya, memang mayoritas penduduk kita, lebih merasa aman dan nyaman dengan bercita – cita menjadi seorang karyawan. Lalu apakah itu salah ?  Jelas tidak ada yang salah dalam suatu pilihan hidup, itu semua adalah hak individu yang mesti dihargai. Menjadi seorang karyawan yang baik dan berakhlakul kharimahpun merupakan suatu pilihan mulia. Namun jika kita berbicara mengenai konteks, bagaimana meningkatkan kemandirian dalam perekonomian bangsa Indonesia, maka penggalakkan program  entrepreneurship adalah satu – satunya solusi yang dapat menjawab permasalahan bangsa ini.

Menurut data statistik 2011, jumlah sarjana yang menganggur lebih dari 2.000.000 orang. Coba bayangkan, jika 10% saja dari jumlah mereka, yaitu sebanyak 200.000 orang menjadi entrepereneur dengan membuka suatu bisnis, maka jika diambil rata – rata 1 orang bisa membuka 2 lapangan kerja, maka sudah bisa membuka 400.000 lapangan kerja baru. Bagaimana kalau lebih dari 10% sarjana yang menjadi entrepreneur ? Wah, maka pemerintah tidak perlu repot – repot memikirkan nasib 10 juta pengangguran di Indonesia ini.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan geliat entrepreneurship di Indonesia, diperlukan dukungan banyak pihak, baik pemerintah, yang bisa melakukan penyegaran materi entreperenurship di kurikulum bangku sekolah dasar hingga kuliah, mempermudah akses pasar, permodalan, pelatihan, dan pendampingan usaha. Lalu peranan orang tua juga sangat penting, dalam memberikan arahan dan support kepada putra – putrinya, untuk bisa menjadi seorang entrepreneur.  Karena justru biasanya orang tualah yang terkadang “menghalangi” niat sang anak untuk berwirausaha, mereka akan lebih “bangga” jika putera – puterinya menjadi karyawan yang mendapatkan penghasilan tetap dan tunjangan di hari tua.

Ya, maka mulai sekarang, mari bersama kita tingkatkan cita – cita luhur dalam hidup kita, dari hanya sekadar “ingin hidup dengan aman” menjadi “ingin hidup dengan memberi manfaat bagi banyak orang dan lingkungan”. Marilah kita dukung bersama, gerakan entrepreneurship bagi keluarga dan bangsa kita, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Oleh : Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
Comments (31)
  • fariqin achmad
    bner bgt pak, smoga jamaah kedepannya bisa menjadi jamaah yg sukses dan mandiri serta mempunyai akhlak yg mulia pula, mga alloh paring barokah. :D
  • budi widiharto
    Setuju , dengan berusaha sendiri menurut saya lebih "mulya" dari pada kita bekerja di perusahaan orang lain, Waktu kita yang memiliki, kita bebas mengendalikan usaha kita , lebih dapat berkreasi, dapat mempekerjakan orang lain yang membutuhkan kerja( membuka lapangan kerja), dapat beramal tanpa ada batasan, bukan kah ini lebih barokah?
  • Zulkifli  - Rizki paling banyak di bidang perdagangan
    Setuju pak, apalagi Rasullulah SAW menegaskan bahwa pintu rizki paling banyak dibidang perdagangan..apalagi tempat kerja saya kebetulan di Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Kementrian Perdagangan..sedikit sekali para pemuda/i yang ikut Pelatihan Ekspor yang sangat berhubungan dengan Entrepreneur..jadi bagi para Pemuda/i yang mau tau tentang Ekspor..kunjungi www.ppei.go.id agar bisa jadi entrepreneur yang sukses dan bisa menciptakan lapangan kerja..semoga sukses, lancar dan barokah..Aamin..Alhamdullilah Jaza Kumullahu Khoiro
  • sugeng rubiyanto  - re: Rizki paling banyak di bidang perdagangan
    Zulkifli wrote:
    Setuju pak, apalagi Rasullulah SAW menegaskan bahwa pintu rizki paling banyak dibidang perdagangan..apalagi tempat kerja saya kebetulan di Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Kementrian Perdagangan..sedikit sekali para pemuda/i yang ikut Pelatihan Ekspor yang sangat berhubungan dengan Entrepreneur..jadi bagi para Pemuda/i yang mau tau tentang Ekspor..kunjungi www.ppei.go.id agar bisa jadi entrepreneur yang sukses dan bisa menciptakan lapangan kerja..semoga sukses, lancar dan barokah..Aamin..Alhamdullilah Jaza Kumullahu Khoiro
    :) mau alamat emailnya dong....utk membuka komunikasi melalui PPG Jakut...alhjzkhr...wasl
  • bahroni
    saya sangat setuju dengan artikel di atas. mulai sekarang ayo ubah pola pikir kita. " kita mau bisnis apa". kekayaan alam kita melimpah. sdm kita tidak kalah. cuma kita butuh keberanian sedikit untuk berani mencoba berada di luar batas aman ( baca : karyawan/ pns ). semoga Alloh paring manfaat dan barokah bagi para enterpreneur kita. amiin
  • rochmatiningsih  - kewirausahaan
    yang penting ada kemauan, ayo lakukan sekarang jangan menunggu besok!
  • Rendy ariawindana  - pengusa indonesia lebih dibunuh ketibang pendatang
    masalahnya.. apakah di dukung sama pemerintah? jawabnya = TIDAK, banyak pengusa2 indonesia yg harus banting tulang hingga usahanya maju dengan darah dan keringet, setelah maju dikit apa yg di lakukan pejabat sam uknum yg lainnya? di palaaakk, di suruh bayar pajak ini itu, dimintain sumbangan ini itu dll.. akhirnya apa? = ANCUUR, ini pengalaman pribadi saya, teman saya dan kenalan saya.. yg ada harus buat komunitas preman dulu baru aman. tapi klo cina arab dll gmana? mrk bebas pajaakk.. lihatlah di mana2 apakah mrk bayar pajak? engga.. mlh mrk lbh menghancurkan pengusaha2 lokal.. diambol alih dll.. any solution? untuk sementara kami bikin komunitas di jokam untuk amannya karena tampa komunitas = MATI, carefure=prancis, 7eleven=amerika, cevron=amerika dll lihatlah korea.. yg lbh mementingkan pengusaha lokal ketibang pendatang, jepang juga dll.. jgn bilang orang indonesia ga bisa jadi pengusaha, engga mrk orang indonesia hebat dalam mengelola usaha, kenapa membludak di job fair? mrk bu...
  • Anonymous
    Ya pak sangat setuju ajzk
  • sarlan
    okey sangat setuju....ajk
  • wiwid  - Tergantung usahanya
    Sebenarnya banyak usaha yg tidak melibatkan preman atau di palakin ,seperti di bidang trading IT ,cafe ,restoran,minimarket,dll,saya sendiri menjalankan bidang trading IT dan alhamdulillah lancar sampai sekarang dan juga bisnis resto ,aman-2 aja ,jadi sebaiknya kita melihat sesuatu dari celah positifnya bukan celah negatifnya,bagaimanapun juga kita sebagai pengusaha harus tangguh menghadapi semua tantangan itu,ajkh
  • helena
    Bener sekali Pak...
    semoga Alloh paring Generus JM menjadi Generus yg mandiri... aamiiin

    oia, saya coba buka www.ppei.go.id kug gk bisa ya? mohon bantuanya... Alhamdullilah Jaza Kumullahu Khoiro... :D
  • wardani
    mustinya dari kecil sudah didengngkan di telinga anak2 kita . semga a se la bar
  • Anonymous
    yups....benar bgt,,,mudah2hn nanti, jamaah jd Entrepreneurship yang sukses semua aminn,,,,
  • abdul hadi  - a
    alj jadi lebih termotivasi lagi
  • hendri  - setuju bgt....
    ya memang butuh keberanian ekstra untuk memulainya...apalagi jka belum punya modal cukup ditambah lagi au pilih bisnis yang maksimal pun kadang masih muter2,,,ya moga menjadi instrospeksi bwat kta semua..moga lancar barokah..Aminn :D
  • tries
    bener banget nih.. alhamdulillah walaupun masih kecil tapi saya sekarang sudah mempekerjakan satu generus kita untuk bangkit :P ditambah 2 hum
  • agus riyanto  - setuju, ayo kita maju!
    saya sangat setuju kalo pemuda kita jadi wirausahawan, kalo ada yang butuh plat stainless steel grade berapa saja dapat menghubunggi saya.
  • anto
    Quote:
    Code:
    :love:
    melalui enterpreunership dapat meningkatkan perekonomian nasional, salah satu program pembinaan generus adalah "mandiri" yang mencakup mandiri dalam ekonomi sangat tepat utk digalakkan digenerus kita.
  • Anonymous
    ayoooo bisnisss
  • febru ris  - mau usaha apa ya
    mau usaha apa ya??
    bengkel kelistrikan motor, gimana?
  • febru ris  - re: Rizki paling banyak di bidang perdagangan
    Zulkifli wrote:
    Setuju pak, apalagi Rasullulah SAW menegaskan bahwa pintu rizki paling banyak dibidang perdagangan..apalagi tempat kerja saya kebetulan di Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Kementrian Perdagangan..sedikit sekali para pemuda/i yang ikut Pelatihan Ekspor yang sangat berhubungan dengan Entrepreneur..jadi bagi para Pemuda/i yang mau tau tentang Ekspor..kunjungi www.ppei.go.id agar bisa jadi entrepreneur yang sukses dan bisa menciptakan lapangan kerja..semoga sukses, lancar dan barokah..Aamin..Alhamdullilah Jaza Kumullahu Khoiro

    biasane situs2 pemerintah (go.id) loadingnya lama, kenapa ya?
    mungkin itu alasannya jarang dikunjungi..
  • herisensustd
    sangat setuju,menjadikan orang tidak ketergantungan dan dapat memberikan peluang pahala bagi sesama
  • ade  - sip..
    mending jadi pedagang daripada jadi pegawai :D
  • taufiq rohman
    emang benar tuh bahwa di setiap tempat kuliahan tertera selogan "MENCETAK KARYAWAN DAN KARYAWATI TERBAIK " Jadi mereka kuliah untuk menjadi karyawan bukan menjadi bos>>>>>>
  • Zein
    Mantap, itu tidak lepas dari akibat kita dijajah Belanda yang berhasil mencetak manset kebanyakan manusia di negeri jajahannya bukan hanya di Indonesia kok, mari kita bangkit dan menyetting ulang kalo perlu menginstall ulang otak kita melalui pendidikan vokasi baik formal maupun nonformal...
  • misyca zurayda
    setujuuuu..
    mohon doanya pak, saya punya cita2 memberi bekal ketrampilan untuk mudi2 di komplek rumah saya, juga pendampingan merintis usaha kecil untuk generus kita belajar berwirausaha.semoga lekas terlaksana, amin.
  • H. Tanto | Denpasar  - Kebebasan dalam berekspresi
    Dengan berwiraswasta, maka kita bisa mengekspresikan ide2 maupun mewujudkan angan2 kita terhadap suatu unit bisnis. Lebih dari itu, jika kita memang sudah pasang niat karena Allah dalam menekuni usaha tsb, maka InsyaAllah ketika ada hasilnya (baca: profit) maka, kita juga akan memiliki kebebasan untuk bersodaqoh, tanpa harus pusing2 memikirkan mau sodaqoh berapa & kira2 besok mesti makan apa atau ada sisa dana berapa.

    Dilain hal, bagi pebisnis yg diberi dapukan, maka juga bisa memiliki kebebasan lebih dibanding dg karyawan dalam membantu kelancaran ibadah jamaah nya maupun dirinya sendiri dalam usaha utk menetapi kewajibannya...

    Silahkan menjadi karyawan tapi usahakanlah itu sebagai batu loncatan atau media pembelajaran dan menimba pengalaman utk bekal berwiraswasta...

    Semoga Allah paring Aman Selamat Lancar Barokah....

    H. Tanto | Denpasar*
    Mantan karyawan yg sekarang latihan berwirasawsta selama 3 thn terakhir...
  • Irvansyah dyka prasetyo  - Generus BISA..!!!
    Remaja LDII remaja yang penuh prestasi dan kreatifitas.. AYoo.!! Kita bantu wujudkan negara ini menjadi negara maju dan bermartabat :0 ..!!!
  • Thio  - Butuh Dukungan
    Mari kita bersama-sama mewujudkan program pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan, Wirausaha yang terbaik..

    namun kebanyakan dari warga setempat kurang adanya dukungan serta dorongan kepada remaja agar tergerak untuk bersama-sama berwirausaha..

    Entrepreneurship
  • anjibreakz  - lahirkan pengusaha
    iya saya sangat setuju skali, terlebih jika para pengurus bisa mencetak para pengusaha muda dari sekarang, itu mungkin bisa membuat warga kita tidak d pandang enteng, sehingga tdak ada lagi orang yg mengganggu rutinitas kita

  • ubaidirrahman  - reserch dari dikti tahun 2009
    sama halnya yang telah di ungkapkan oleh dinas dikti, pengangguran terbesar di indonesia ternyata diduduki oleh mahasiswa, karena pola pikir mereka masih tetap setelah lulus cari kerja, bukan mau bisnis apa

    artikel ini sangat menarik untuk dijadikan refrensi generasi penerus indonesia :D
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Catatan: Webmaster/pengelola website LDII tidak membalas tulisan yang dikirimkan lewat komentar.
Jika ingin bertanya, silakan menghubungi kami dari halaman Contact Us / Hubungi Kami