Jokowi Minta Dukungan Ulama LDIIJAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengajak para tokoh ulama LDII terlibat secara aktif dalam kegiatan pembangunan Jakarta. Karena dukungan u... Liputan Media | Jumat, 29 Maret 2013 | Hits: 3721 | Comments Read more |
Media Sosial dan Upaya Rekonstruksi Modal SosialOleh: M. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII dan Anggota Komisi Informasi Sul-Sel)Dalam sepekan terakhir ini, Kota Jakarta mengalami musibah banjir yang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di jantung Ibukota tersebut. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit pengungsi yang menempati kantong-kantong pengungsian dan membutuhkan bantuan. Penggalangan... Opini | Selasa, 5 Maret 2013 | Hits: 829 | Comments Read more |
Lebih Baik Menyalakan Lilin Dari Pada Memaki KegelapanJakarta : Prasetyo Soenaryo dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan sebagai direktur CICS (Centre for information and Culture Studies) di Jakarta, Selasa 30/10 dalam rangka rencana seminar pentingnya parenting bagi tumbuh kembang anak, ketika di tanya pandangannya mengenai pencabutan beberapa mata pelajaran di SD, sangat setuj... Opini | Selasa, 6 November 2012 | Hits: 3430 | Comments Read more |
Prof.Dr.Musliat, Prof.Dr.Ki Supriyoko
Saya ingin membahas mengenai sebuah

Bogor Menteri Agama Suryadharma Ali tegas menolak usulan legalisasi perkawinan sejenis yang dilontarkan salah satu kelompok. Surya menilai perkawinan sejenis tidak sesuai dengan aturan Islam.
"Kan realitas dari kelompok itu ingin diakui, makanya aktifitasnya ingin bebas. Bebas menyelenggarakan acara apapun, termasuk perkawinan sejenis," ujar Suryadharma kepada wartawan disela-sela Rakernas LDII di Bogor, Rabu (11/4/2012).
Surya tidak menyebut kelompok yang ngotot ingin perkawinan sejenis itu disahkan. Surya menambahkan, dalam hukum Islam tidak yang namanya perkawinan sejenis. Kebebasan, kata Suryadharma harus ada batas-batasnya, jangan karena hak asasi manusia setiap kelompok bebas melakukan apapun tanpa melihat aturan-aturan yang berlaku di Negara ini.
"Mereka (kelompok-red) itu mengatakan kalau undang-undang perkawinan yang berlaku saat ini diskriminatif. Tapi, kebebasan juga tidak boleh menabrak rambu dan aturan yang sudah ada," katanya.
Saat ditanya soal sikap Kementerian Agama terkait munculnya kelompok tersebut, Menteri Agama menjawab santai.
"Belum pernah ketemu degan kelompok itu," ucapnya.
(ndr/ndr)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|