Jakarta (7/2). PC LDII Tanah Abang berkunjung ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk membahas tantangan pembinaan generasi muda di era digital. Kepala KUA Tanah Abang, Muhammad Faiz Arrauhi menerima kunjungan yang dipimpin Ketua M. Rofiq Sujarwanto bersama Sekretaris Ust. Abdul Rohman.
Dalam pertemuan pada Senin (2/2/2026) itu, Muhammad Faiz menyoroti karakter generasi muda saat ini yang ia sebut sebagai generasi ‘skip’, yakni generasi muda yang cenderung menyukai hal-hal instan dan cepat berganti perhatian, terutama dalam mengakses konten digital.
“Generasi ini terbiasa melewati sesuatu yang dianggap tidak menarik hanya dalam hitungan detik. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pembinaan moral dan keagamaan, karena pendekatan yang kurang tepat berpotensi tidak diterima,” ujar Muhammad Faiz.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut metode dakwah dan pembinaan yang lebih adaptif, kreatif, serta relevan dengan dunia anak muda agar nilai-nilai agama tetap dapat tersampaikan secara efektif. Ia menilai kolaborasi antara KUA dan organisasi kemasyarakatan Islam menjadi penting untuk menjawab tantangan tersebut.
Karena itu ia mengapresiasi peran LDII yang dinilai aktif dalam dakwah bilhal dan pembinaan akidah serta muamalah generasi muda di wilayah Kecamatan Tanah Abang. “LDII memiliki perhatian yang kuat terhadap pembinaan generasi penerus. Ini sejalan dengan upaya KUA dalam menjaga kualitas moral dan spiritual masyarakat, khususnya anak muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua PC LDII Tanah Abang M. Rofiq menjelaskan l, LDII memiliki sejumlah program pembinaan karakter yang dirancang untuk berbagai jenjang usia.
“Kami memiliki program 29 Karakter Luhur yang bersifat implementatif dan mudah diterapkan, mulai dari anak usia dini hingga dewasa. Program ini bertujuan membentuk karakter yang baik dan positif bagi generasi penerus,” jelas Rofiq.
Ke depan, kedua pihak sepakat untuk mendorong sinergi melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan generasi muda, baik dalam bentuk kegiatan ibadah, tausiyah, maupun aktivitas sederhana yang bersifat edukatif dan menarik. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjangkau generasi muda secara lebih luas dan menjadi contoh kolaborasi positif di wilayah lain.

