Lamongan (11/2). Wanita LDII Kabupaten Lamongan menggelar pelatihan budidaya sayuran hidroponik yang dirangkai dengan panen perdana di Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ (SAHA), Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota Wanita LDII Lamongan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sistem hidroponik. Metode ini menurut Penyuluh Pertanian Inovatif Lamongan, Kartono, dinilai praktis diterapkan di lingkungan rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan lahan.
“Melalui hidroponik, kita bisa menjamin kualitas sayuran yang dikonsumsi keluarga karena bebas dari pestisida kimia berbahaya. Ini merupakan langkah konkret kaum wanita dalam menyediakan asupan gizi berkualitas untuk mencegah stunting pada anak-anak,” ujar Kartono yang juga Wakil Sekretaris DPD LDII Kabupaten Lamongan.
Ia memberikan pemaparan teknis mulai dari tahap pembibitan, peracikan nutrisi, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pengemasan. Peserta juga diajak praktik langsung memanfaatkan instalasi hidroponik yang ada di lingkungan ponpes.
Sementara itu, Ketua Wanita LDII Lamongan Lastri Wahyuingsih mendorong pentingnya mengkonsumsi sayuran sehat, sebagai pola hidup sehat dalam menjaga asupan gizi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.
“Pola konsumsi sayuran sehat menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting. Kami mendorong anggota Wanita LDII untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran hijau,” tegasnya.
Menurutnya, cara tersebut lebih mudah diakses dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anggota keluarga. Sekaligus baik untuk ibu hamil dan balita. Pelatihan ditutup dengan panen perdana sayuran hijau. Para peserta mengikuti proses panen hingga pengemasan agar kualitas hasil panen tetap terjaga.











