Magelang (21/1). DPD LDII Kabupaten Magelang mengirimkan delegasi untuk mengikuti Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) LDII Jawa Tengah 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung GNBS Kebonadem, Brangsong, Kendal, (Sabtu, 10/1/2026), sebagai tindak lanjut hasil Rakor KIM DPP LDII serta program kerja Biro KIM DPW LDII Jawa Tengah tahun 2026.
Rakor berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti puluhan pengurus KIM dari DPD LDII se-Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan arah komunikasi organisasi, baik internal maupun eksternal, seiring kebutuhan publikasi yang semakin dinamis di era digital.
DPD LDII Kabupaten Magelang menugaskan Arif Yulianto dan Sarindi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Keduanya diproyeksikan memperkuat pengelolaan informasi dan publikasi kegiatan LDII di tingkat kabupaten.
Menurut Arif, materi yang diperoleh relevan untuk diterapkan dalam kerja-kerja publikasi di daerah. “Rakor ini memberi gambaran teknis yang lebih terstruktur terkait manajemen informasi organisasi,” kata Arif.
Sarindi menilai forum tersebut membantu pengurus KIM memahami standar komunikasi organisasi yang lebih profesional. “Kami mendapatkan banyak referensi terkait penulisan berita dan pengelolaan media sosial agar informasi LDII tersampaikan secara rapi dan mudah dipahami publik,” ujarnya.
DPD LDII Kabupaten Magelang menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran KIM sebagai pengelola informasi organisasi, “Hal ini sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas program LDII di tingkat daerah,” ujarnya.
Rakor dibuka oleh Ketua DPW LDII Jawa Tengah Singgih Tri Sulistiyono yang hadir secara daring. Ia menyoroti peran strategis KIM dalam menjaga alur informasi organisasi tetap akurat dan berimbang. “Pengurus KIM perlu adaptif terhadap perkembangan media digital agar pesan organisasi sampai ke masyarakat luas dengan cara yang tepat,” katanya.
Materi utama disampaikan oleh Ketua Biro KIM DPW LDII Jawa Tengah Catur Waskito Edy. Ia memaparkan strategi pengelolaan komunikasi organisasi, teknik penulisan berita yang faktual, serta optimalisasi media sosial sebagai sarana informasi yang kredibel. “Media sosial bukan hanya alat publikasi, tapi juga wajah organisasi yang perlu dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.

