Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Kesadaran Gizi Rendah Kian Bahaya pada Masa Covid-19

2021/01/25
in Headlines
2
Foto: Medical News Today

Foto: Medical News Today

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (25/1). Hari gizi nasional menemukan momentumnya pada tahun ini. Di saat wabah virus corona melanda dunia, Indonesia perlu kembali membenahi hal yang mendasar dalam berbangsa dan bernegara, yakni memajukan kesejahteraan umum.

“Tujuan bernegara dan berbangsa sangat jelas dalam Pembukaan UUD 1945 yakni memajukan kesejahteraan umum, kini bangsa Indonesia sedang diuji dengan wabah. Ini mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga, salah satunya edukasi mengenai gizi,” papar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

Bukti keseriusan pemerintah dan masyarakat perihal gizi, menurut Chriswanto pada 1984 pemerintah mencanangkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), lalu diteguhkan kembali oleh pemerintah pada 1986. Bahkan pada 2001, ditegaskan kembali dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah pada 13 Juni 2001.

“Sayangnya, Posyandu sudah tak populer dulu lagi, padahal dulu banyak sukarelawan kesehatan Posyandu. Mereka memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan anak, melayani vaksinasi, hingga deteksi dini kasus-kasus malagizi dan kekurangan gizi pada bayi dan balita,” ujar Chriswanto.

Ketika Posyandu tak lagi populer, menurut Chriswanto salah satu tools untuk edukasi kesehatan kepada masyarakat yang paling bawah turut hilang pula. Padahal edukasi gizi tersebut sangat penting, “Dengan edukasi gizi, masyarakat menjadi tahu makanan yang bergizi tak harus mahal. Selain protein hewani terdapat protein nabati yang relatif terjangkau,” imbuhnya. Di sini pula pentingnya interaksi antara para ibu dan penyuluh kesehatan, yang dulunya terdapat di Posyandu.

Melihat strategisnya posisi ibu dalam ketahanan gizi keluarga, menurut Chriswanto, sejak 1997 pihaknya telah rutin menggelar seminar wanita untuk pemberdayaan perempuan, “Manajemen rumah tangga dan edukasi mengenai kesehatan serta gizi selalu menjadi bahasan utama,” imbuhnya.

Sejalan dengan Hari Gizi Nasional, Chriswanto mengingatkan saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami lompatan sejak era reformasi, kasus stunting dan malagizi masih tinggi, “Bila mengutip standar WHO, prevalensi stunting di bawah 20 persen, sementara data Kementerian Kesehatan pada 2019, kasus stunting nasional mencapai 27,67 persen,” ujarnya.

Menurutnya, kasus kekurangan gizi atau pemahaman gizi yang rendah, menjadi ujian besar saat wabah Covid-19 menyerang secara global. Dengan APBN yang semakin meningkat seharusnya standar gizi dan kesehatan masyarakat turut meningkat.

Senada dengan Chriswanto, Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Singgih Januratmoko mengingatkan pemahaman gizi yang baik, turut mendorong peningkatan imun masyrakat, “Pemerintah telah mengkampanyekan konsumsi minimal dua butir telur sehari untuk meningkatkan imun selama pandemi,” ujar Singgih.

Kebijakan tersebut ditunjang dengan terjangkaunya harga telur, “Bahkan harga daging ayam juga kian terjangkau sebagai sumber protein hewani. Namun bila kesadaran mengenai gizi rendah, protein hewani yang kian terjangkau itu menjadi tak berarti,” imbuhnya.

Kebijakan pemerintah tersebut, juga turut menggerakkan ekonomi, terutama pada bidang peternakan unggas rakyat, “Saat ini ada 15 juta orang menggantungkan hidupnya pada bisnis peternakan unggas,” ujar Singgih yang juga Ketua DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

Singgih mengatakan, isu utama memerangi wabah, saat ini adalah keberadaan vaksin Covid-19. Namun jumlah vaksin global masih rendah, sementara permintaan tinggi, “Yang bisa dilakukan pemerintah saat ini mengimpor vaksin sembari berupaya membuat vaksin di dalam negeri,” ujarnya.

Antara kecukupan vaksin dan permintaan yang tak imbang itu, menurut Singgih, langkah yang realistis saat ini bergantung kepada efektifitas program tes, telusur, isolasi, dan karantina yang ditunjang strategi 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilisasi, menjauhi kerumunan). Selain 5 M itu, masyarakat harus mulai mengkonsumsi gizi yang seimbang.

Baik Chriswanto dan Singgih mengingatkan, memerangi wabah, salah satunya dengan meningkatkan gizi dan imun. Untuk itu, pemahaman yang baik mengenai makanan bergizi sangat diperlukan, “Dan itu menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk Ormas Islam,” pungkas Chriswanto.

Tags: Chriswanto SantosoHari Gizi Nasionalldii

Comments 2

  1. Pingback: Meningkatkan Kesadaran Gizi Bantu Perangi Covid-19
  2. Wignyo says:
    5 years ago

    Mantap berita 2nya memberikàn edukasi pada masyarakat, menigkatkn kesadaran pada masýrkat pentingnya persatuan kesatuan dlm berbangsa dan benegara.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Caca on Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan
  • AngkaDH on Mahasiswa LDII Angkat Ubi Ungu sebagai Agen Antikanker
  • AngkaDH on Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan
  • Wiwik Maesaroh on Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ponpes Gadingmangu Dukung Visi Dirjen Polpum Kemendagri dalam Munas X LDII
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

April 10, 2026
Habib Ubaidillah Minta Peserta Munas X LDII Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

Habib Ubaidillah Minta Peserta Munas X LDII Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

April 7, 2026
GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

April 7, 2026
Mahasiswa LDII Angkat Ubi Ungu sebagai Agen Antikanker

Mahasiswa LDII Angkat Ubi Ungu sebagai Agen Antikanker

April 8, 2026
GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

GenFest Munas X LDII Hadirkan Eka Yulianto, Angkat Perjalanan Menuju Mental Juara

5
Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

4
Mahasiswa LDII Ini Raih Juara Inovasi Plastik Daur Ulang

Mahasiswa LDII Ini Raih Juara Inovasi Plastik Daur Ulang

4
Munas X LDII Bahas Penguatan Kebangsaan Serta Respons atas Krisis Global

Munas X LDII Bahas Penguatan Kebangsaan Serta Respons atas Krisis Global

3
Melanjutkan Semangat RA Kartini Melindungi Perempuan dari Korban Kekerasan

Melanjutkan Semangat RA Kartini Melindungi Perempuan dari Korban Kekerasan

April 10, 2026
Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Pimpin DPP LDII 2026-2031

Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Pimpin DPP LDII 2026-2031

April 10, 2026
Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

April 10, 2026

Wamenhaj Bicarakan Upaya Siasati Antrian Haji di Munas X LDII

April 10, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Melanjutkan Semangat RA Kartini Melindungi Perempuan dari Korban Kekerasan April 10, 2026
  • Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Pimpin DPP LDII 2026-2031 April 10, 2026
  • Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan April 10, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.