Tabanan (11/2). Ketua DPD LDII Tabanan, Maulana Sandijaya mengapresiasi PC LDII Pupuan yang berupaya menjaga semangat persaudaraan sesama umat Islam maupun nonmuslim. Upaya itu menjadi tradisi turun-temurun warga LDII Pupuan sejak tahun 1981 yang hidup ditengah masyarakat Hindu.
Hal itu diungkapkan saat pengukuhan kepengurusan PC LDII Pupuan masa bakti 2026-2031 yang dipimpin Rudi Hansen pada Minggu, (8/2/2026) di Masjid Al-Manshurin, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali. Menurut Sandijaya, LDII Pupuan bisa menjadi teladan bagi warga LDII lain di Bali dalam menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar. “Ini harus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Di sela pengukuhan, pengurus DPD LDII Tabanan secara simbolis memberikan alat kebersihan seperti tong sampah dan beragam jenis sapu. Pemberian alat-alat kebersihan tersebut sebagai dukungan kepada PC LDII Pupuan agar semakin semangat menjaga lingkungan.
Alat kebersihan itu juga menjadi simbol kegiatan rutin warga LDII Pupuan bersih-bersih lingkungan saban Jumat. Tidak hanya di lingkungan permukiman warga LDII dan Masjid Al-Manshurin, tapi juga lingkungan sekitar.
Wakil Ketua DPD LDII Tabanan, Imam Kambali mengatakan, jika dalam Islam menjaga kebersihan merupakan sebagian dari iman, maka hal itu senada dengan budaya Bali ‘Tri Hita Karana’. Yakni istilah dalam menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. “Terus tingkatkan pengabdian, sehingga kita bisa hidup harmonis dan selaras dengan alam,” ujarnya.
Selain itu, Sandijaya juga mengapresiasi kekompakan warga LDII Pupuan dalam mendukung produksi film pendek Sandal Pak Kiai oleh LDII TV. Kini, film tersebut sudah ditonton hampir 100 ribu kali. “Meskipun tidak pernah belajar akting, tapi akting para pemain Sandal Pak Kiai sangat natural. Rupanya warga LDII Pupuan berbakat jadi artis semua,” seloroh Sandijaya.
Acara pengukuhan itu disambung dengan materi kaderisasi, lingkungan, informasi dan komunikasi dari pengurus DPD LDII Tabanan. (ana)

