Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Wamenag RI: Ideologi Jadi Polemik Saat Dibicarakan di Ruang Publik

2022/11/11
in Nasional
1
Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Foto: LINES.

Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (11/11). Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut, menghadirkan para narasumber yang membahas kontestasi ideologi di media sosial, sekaligus polemik yang menyertainya di ruang publik.

Polemik itu misalnya perang tafsir ayat atau kutipan hadits di media sosial, bahkan terjadi juga perang ideologi. Zainut Tauhid dalam penelitiannya mengupas kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) sebelum dibubarkan pemerintah. Ia meneliti bagaimana pertarungan ideologi politik antimainstream diimbangi dengan narasi ideologi politik NU dan Muhammadiyah.

Salah satu pembahas adalah Sekretaris Pengurus Besar Muhammadiyah Prof. Abdul Mukti. Ia mengatakan, ideologi tidak bisa dibendung meski dinyatakan terlarang sekalipun. “Meski demikian, ideologi tidak selalu berbasis agama. Sekarang sangat beragam karena ada media sosial yang menjadi ruang baru yang tidak terjangkau regulasi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, kontestasi ideologi akan terus terjadi. Menurutnya, ada empat faktor penyebab kontestasi terus terjadi, karena Reformasi 1998 memberikan ruang kebebasan berpendapat yang luar biasa. Padahal di negara muslim lain hal itu dibatasi.

“Ini adalah realitas politik yang menjadi penyubur bagi siapa pun, yang punya gagasan bahkan ekspresi identitas atau ideologi,” ujarnya. Kedua, ruang kebebasan diwadahi teknologi digital. Menurutnya, separuh waktu masyarakat di Indonesia banyak dihabiskan di media sosial. Fenomena tersebut menyebabkan semua orang bisa menyampaikan aspirasi di media sosial.

“Faktor lain, dalam tanda petik, orang berdebat memakai ruang publik menjadi gerakan sistematis. Bisa kita lihat dari konsistensi pengguna media sosial dalam interaksi dialog, bagaimana gagasan disukai atau tidak tetap disampaikan,” kata Abdul Mukti.

Faktor keempat, masyarakat mengakses media untuk mencari ruang pembenaran, browsing hanya untuk justifikasi yang diyakini. Dan hal itu bisa dicari, karena ruang maya bisa diisi oleh siapa saja.

Lalu ditambah juga ada orang yang punya kegelisahan dalam politik dan agama. Ingin belajar agama tapi dari Google, bukan dari sumbernya yang akurasinya tidak dibisa dibenarkan. Apalagi saat ini adalah era post truth, orang bisa mengatakan apa saja meskipun bukan pakarnya. Terutama figur populer yang memiliki banyak follower. Sehingga muncul ustaz instan yang mampu menyampaikan pandangan keagamaan, karena intens memakai tools itu.

Riset pemetaan keberagamaan di kelompok tertentu, menunjukkan sebagian besar mendapat kajian agama dari online, dan ustaznya online. Ini akan menjadi tren ke depan karena belajar online itu mengajarkan fleksibilitas, berbeda dengan majelis taklim.

Ia juga menilai, kalangan Islam tertentu yang memiliki ekspertise dalam medsos, karena mereka tidak punya institusi sosial yang mendukung penyebaran gagasan. Kecenderungan penggunaan internet menimbulkan gejala instan, yakni mempelajari sesuatu secara cepat dan mendapat jawaban secara cepat pula, “Sifatnya fragmentatif, sehingga pemahaman terhadap isu tidak utuh, makanya semangat keberagaman tinggi tapi tidak didukung pemahaman ideologi yang kuat,” paparnya.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mengatakan dalam pandangannya, ia sepakat bahwa ruang digital telah membuka ruang partisipasi. Mestinya mengedepankan nomokrasi hukum bukan demokrasi bebas yang kontradiktif. Antara narasi yang sering disebut arus utama umat Islam di ruang publik, NU-Muhammadiyah kemudian diversuskan dengan HTI dan FPI.

Menurutnya, jika konteksnya adalah paham kebangsaan untuk menyikapi konsensus kebangsaan, maka harus dibedakan dengan konsep Indonesia bersyariah, “Katakanlah dengan penganut paham khilafah. Mengapa? Karena tidak semua narasi ideologi politik yang diartikulasikan ke ruang publik penegertiannya sama,” ujarnya.

Prinsip bersyariah misalnya, jika itu mewakili aspirasi umat sah-sah saja. Apalagi jika dilakukan dengan saluran tidak melawan hukum dan paham konstitusi. Bukan dengan cara memaksa yang anarkis. “Saya kira jika menggunakan cara-cara yang pasmaka bisa saja. Jangan langsung dicap radikal,” Asrul mengatakan.

Pendapat lain diajukan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Masykuri Abdillah. Ia mengatakan organisasi yang mendukung keberadaan negara seperti NU dan Muhammadiyah, menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan rujukan agama. Sehingga menjadi catatan bagi masyarakat, ingin melaksanakan kegiatan syariah menyesuaikan kultur Indonesia artinya lebih toleran.

Untuk menangkal paham radikal dan ekstrim, menurutnya organisasi-oraganisasi Islam yang besar di Indonesia perlu membuat konten agama yang menjadi acuan masyarakat umum, sehingga tidak rancu dan menjadi perdebatan.

Comments 1

  1. lurah istana says:
    3 years ago

    ajkk min

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ipa on LDII Longikis Gotong Royong Bantu Pembuatan Pondasi Musala Polsek
  • RAHMAT WAHID on Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial
  • Sudarmanto on LDII Biak Numfor Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah dalam Musda VI
  • Laode salemudin on Seminar Entrepreneur LDII Makassar Tanamkan Jiwa Usaha Berlandaskan Nilai Keimanan
  • Angka DH on Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

February 4, 2026
Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

February 6, 2026
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

February 3, 2026
Dukung Program Pemerintah, PC LDII Pondok Gede Cetak Generasi Emas Melalui Tahfidzul Quran

Dukung Program Pemerintah, PC LDII Pondok Gede Cetak Generasi Emas Melalui Tahfidzul Quran

February 6, 2026
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

5
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

4
DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

2
Soroti Pentingnya Kerukunan Umat, FKUB Berikan Pengarahan dalam Pengajian LDII Pasangkayu

Soroti Pentingnya Kerukunan Umat, FKUB Berikan Pengarahan dalam Pengajian LDII Pasangkayu

2
Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

February 8, 2026
KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

February 8, 2026
LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI

LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI

February 7, 2026
LDII dan BNNK Tanah Laut Teken MoU Pemberantasan Narkoba

LDII dan BNNK Tanah Laut Teken MoU Pemberantasan Narkoba

February 7, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene February 8, 2026
  • KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda February 7, 2026
  • LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI February 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.