Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten

2025/11/26
in Opini
3
Ilustrasi guru yang sedang merapihkan kelas.

Ilustrasi guru yang sedang merapihkan kelas.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi cermin hidup yang diam-diam diamati murid setiap hari. Mereka mungkin tidak selalu mengingat rumus, definisi, atau halaman buku yang diajarkan, tetapi mereka merekam dengan sangat jelas bagaimana guru bersikap, berbicara, bekerja, dan menghargai waktu.

Membayangkan sosok guru hebat, terbayang sosok sederhana seorang guru yang bisa menjadi panutan dan teladan. Guru sejatinya adalah titik awal dari semua keteladanan. Sebelum ia mengajarkan disiplin, ia harus lebih dulu disiplin. Sebelum ia mengajarkan kesopanan, ia harus lebih dulu sopan. Sebelum ia menuntut murid berperilaku baik, ia harus lebih dulu menghayati kebaikan itu dalam langkahnya sendiri.

Murid-murid belajar bukan dari kata-kata, melainkan dari kehadiran guru yang berkarakter. Sebagian besar pendidikan sesungguhnya terjadi dalam diam—dari perilaku kecil guru yang terlihat sederhana, namun justru membentuk fondasi moral generasi bangsa.

Saya teringat seorang kawan seperjuangan saat kuliah yang kini mengabdikan diri menjadi seorang guru di sebuah sekolah di kota santri Jawa Timur. Sosok sederhana yang dihormati oleh sesama guru dan murid-muridnya, Pak Duduh biasa murid-muridnya memanggil.

Setiap pagi, saat mengajar jam pertama, setelah apel guru, Pak Duduh sudah berdiri di depan kelasnya. Jam dinding di ruang guru belum menunjukkan pukul tujuh, tetapi ia telah merapikan ruang belajar, membuka jendela, dan menata napasnya sebelum anak-anak datang. Ketika langkah-langkah kecil mulai terdengar di lorong sekolah, Pak Duduh tersenyum menyambut murid pertama yang tiba. Satu per satu, mereka menyalami tangan gurunya dengan sopan, lalu mempersilakan diri masuk kelas. Kebiasaan sederhana itu membuat pagi di sekolah terasa lebih teduh, rapi, dan penuh makna.

Kebiasaan itu lahir dari keyakinan: keteladanan dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan konsistensi. Dalam keseharian seperti inilah karakter murid perlahan dibentuk—bukan melalui ceramah panjang, tetapi melalui contoh nyata yang mereka saksikan setiap hari.

Pada Hari Guru Nasional 2025 ini, tema yang diangkat adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema tersebut mengingatkan kita bahwa kekuatan bangsa tidak hanya dibangun oleh strategi besar dan kebijakan pendidikan, tetapi juga oleh keteguhan pribadi para guru menjalani kebiasaan kecil yang konsisten bagi murid-muridnya. Guru hebat bukan selalu mereka yang paling cerdas, paling fasih berbicara, atau paling banyak meraih penghargaan; melainkan mereka yang kehadirannya menjadi sumber disiplin, ketenangan, dan arah bagi murid-muridnya.

Hal itu pernah menjadi gagasan besar H.O.S. Tjokroaminoto, salah satu pemikir bangsa. Ia berkata, “Barang siapa ingin menjadi pemimpin besar, jadilah guru.” Di dalam pandangannya, seorang guru adalah pemimpin moral. Ia bukan hanya mengajar, tetapi menuntun; bukan hanya menerangkan, tetapi menerangi jalan. Tjokroaminoto meyakini bahwa keteladanan guru adalah fondasi kepemimpinan yang sejati—pemimpin yang mendahulukan laku sebelum kata-kata.

Sejalan dengan itu, Ki Hadjar Dewantara memberikan kerangka yang lebih filosofis dan mendalam. Ing ngarso sung tulodho. Di depan memberi teladan—seperti Pak Duduh yang menanti murid-muridnya di pagi hari. Ing madya mangun karso. Di tengah membangun semangat—seperti cara guru membimbing kelas dengan kolektif hormat dan kekompakan.Tut wuri handayani. Di belakang memberikan dorongan—seperti guru yang tetap menjadi penopang semangat murid setelah jam sekolah berakhir.

Tiga prinsip itu menggambarkan siklus pembentukan karakter: sebelum, selama, dan setelah proses belajar mengajar. Karakter tidak dibatasi oleh jam pelajaran; ia melekat sepanjang hari, dan guru adalah pusat gravitasi dari semua proses itu.

Dalam konteks pembentukan karakter murid, konsep “guru digugu dan ditiru” menjadi semakin relevan. Guru dipercaya bukan karena jabatannya, melainkan karena integritas hidupnya. Guru ditiru bukan karena perintahnya, tetapi karena perilakunya mencerminkan nilai-nilai yang ia ajarkan. Dalam masyarakat yang terus berubah, keteladanan semacam ini menjadi pegangan yang semakin langka, tetapi justru semakin dibutuhkan.

Di lingkungan pendidikan karakter yang dikembangkan oleh LDII, dikenal gagasan tentang 29 karakter luhur, yang mencakup enam thobiat luhur: jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Guru yang konsisten mempraktikkan karakter-karakter ini dalam keseharian sebenarnya sedang mengajarkan murid tanpa kata-kata. Ia sedang menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga matang secara moral.

Sederhana saja: ketika guru datang tepat waktu, murid belajar menghargai waktu. Ketika guru menyapa ramah, murid belajar menghargai sesama. Ketika guru tenang menghadapi masalah, murid belajar cara mengelola emosi. Ketika guru adil, murid belajar menghormati perbedaan. Keteladanan adalah kurikulum yang tak tertulis, tetapi paling membekas.

Di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan kemajuan sumber belajar digital, kehadiran guru tetap tidak tergantikan. AI bisa menjawab soal, namun tidak dapat memeluk kegelisahan murid. Platform digital bisa menjelaskan konsep, tetapi tidak dapat mengajarkan keteguhan hati. Hanya manusia yang bisa menularkan karakter kepada manusia lain. Itulah mengapa pendidikan karakter tidak pernah bisa digantikan teknologi.

Maka, guru dituntut bukan hanya menguasai materi ajar, tetapi juga menguasai diri. Gurulah yang memberi contoh bagaimana disiplin di rumah sebelum berangkat sekolah, bagaimana menjaga etika sepanjang proses belajar, dan bagaimana memelihara tanggung jawab setelah pulang. Ketika guru konsisten menjalani kebiasaan kecil yang baik, karakter murid tumbuh secara alami.

Pada akhirnya, Indonesia yang kuat berawal dari ruang-ruang kelas yang tenang, dari pintu sekolah yang dibuka pagi-pagi oleh guru yang penuh kesadaran, dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang diulang hingga menjadi budaya. Guru hebat lahir bukan dari panggung besar, tetapi dari kesunyian tindakan kecil yang dilakukan setiap hari.

Selamat Hari Guru, 25 November 2025.

Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten.

Guru Hebat, Indonesia Kuat.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Guru HebatKebiasaan Kecil KonsistenThonang effendi

Comments 3

  1. Ustad yulianto says:
    2 months ago

    Keren…Alhamdulillah ajzkh pak Thonang effendi
    Dari seorang guru tercipta generasi penerus yang profesional religius 🫶🤝

    Reply
  2. Gathot Wardoyo says:
    2 months ago

    Terima kasih Alhamdulillah jazaa kalloohu khoiro mas…
    Dan satu kebahagiaan bagi guru ketika melihat muridnya sudah jadi orang ( memberikan rmanfaat bagi orang lain )

    Reply
  3. Krishna P Candra says:
    2 months ago

    Seorang guru adalah pendidik, bukan hanya sebagai pengajar. Semoga departemen pendidikan umum dan pelatihan dpp ldii menjadi yg terdepan dalam perannya membantu indonesia maju, amin.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Sudarmanto on LDII Biak Numfor Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah dalam Musda VI
  • Angka DH on Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil
  • Sumijan on Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil
  • Angka DH on LDII Longikis Gotong Royong Bantu Pembuatan Pondasi Musala Polsek
  • Angka DH on Rakerda 2026, DPD LDII Kota Bekasi Fokus Perkuat Sinergi dengan Pemkot
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

February 4, 2026
Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan Santri

Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan Santri

January 30, 2026
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

February 3, 2026
LDII Longikis Gotong Royong Bantu Pembuatan Pondasi Musala Polsek

LDII Longikis Gotong Royong Bantu Pembuatan Pondasi Musala Polsek

February 1, 2026
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

5
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

4
Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan Santri

Ponpes Wali Barokah dan FKG IIK Bhakti Wiyata Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan Santri

3
DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

DPP LDII: Literasi Digital Menuntut Produksi Konten yang Berdampak Positif

2
KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda

February 7, 2026
LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI

LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI

February 7, 2026
LDII dan BNNK Tanah Laut Teken MoU Pemberantasan Narkoba

LDII dan BNNK Tanah Laut Teken MoU Pemberantasan Narkoba

February 7, 2026
LDII Biak Numfor Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah dalam Musda VI

LDII Biak Numfor Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah dalam Musda VI

February 6, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • KUA Tanah Abang Dorong LDII Sinergi Dakwah yang Adaptif untuk Generasi Muda February 7, 2026
  • LDII DKI Jakarta Silaturahim dengan Ketua Majelis Syuro FPI February 7, 2026
  • LDII dan BNNK Tanah Laut Teken MoU Pemberantasan Narkoba February 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.