Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Malas Shalat dan Benci Infaq

2025/11/17
in Nasehat
7
Ilustrasi: AI Generated, LINES.

Ilustrasi: AI Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Ketika Al-Qur’an menceritakan dan mendiskripsikan orang-orang munafik dalam surah At-Taubah ayat 54, ia tidak sedang membicarakan masa lalu yang jauh. Sebab Al-Qur’an tidak membatasi konteks. Justru dengan setia membawa konteks itu dari waktu ke waktu. Tanpa jeda. Karenanya, sebenarnya ia sedang berbicara tentang kita. Manusia – manusia modern yang kerap terjebak dalam gaya dan rutinitas ibadah. Sayangnya tanpa ruh.

وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّآ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَالٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari infak-infak mereka, melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak mengerjakan shalat melainkan dengan malas, dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka melainkan dengan rasa enggan.” (QS. At-Taubah: 54)

Ayat ini menyingkap sisi paling dalam dari dua di antara penyakit batin yang menghinggapi manusia: malas beribadah dan enggan berderma. Shalat yang semestinya menjadi oase justru terasa seperti beban yang harus secepatnya disingkirkan. Infaq yang seharusnya menjadi kebahagiaan malah terasa kehilangan. Bahkan, sampai ada yang merasa dirampok, dipaksa, bahkan ditipu.

Namun di balik teguran itu, Allah sesungguhnya sedang mengajak kita merenung. Melihat kembali akan misi tentang makna ibadah yang sejati, dan tentang bagaimana cara kita mencintai Allah dalam kehidupan sehari-hari. Yang wajar. Tanpa tekanan. Bahkan bisa senang dan tambah senang dari waktu ke waktu.

Ketika Ibadah Menjadi Formalitas

Kita hidup di zaman serba cepat, serba sibuk. Shalat sering kali tergeser oleh jadwal kerja, terlupakan oleh kesibukan dan tertinggal oleh alasan-alasan yang dibuat-buat. Mengada-ada. Tak masuk di akal. Demikian juga dengan infaq, ditunda oleh hitungan finansial, dikorupsi oleh deretan daftar kebutuhan, dikalkulasi oleh angan dan bujukan serta dilenyapkan oleh titahnya sifat pelit, arahan perilaku kikir dan dogma dedengkot yang bernama kebakhilan. Padahal, kemalasan dan kebencian terhadap amal baik semua itu, bukan sekadar soal waktu atau uang — ia adalah cermin dari jiwa yang kehilangan makna .

Pikiran kita terlalu sibuk mengejar dunia, hingga hati lupa merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Akibatnya, ibadah menjadi mekanis, kering, dan kehilangan ruhnya. Kita shalat karena harus, bukan karena rindu. Hingga akhirnya hilanglah tulus. Kaburlah kyusyu’. Kita memberi karena takut kehilangan dan dosa, bukan karena kesadaran dan cinta. Karena harta adalah titipan, dari Yang Maha Kuasa, untuk kita dan yang lain juga. Hingga akhirnya lahirlah bosan dan malas. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Betapa jelas: yang dinilai bukan banyaknya amal, tetapi hati di balik amal itu. Maka, penyakit malas beribadah sesungguhnya adalah tanda bahwa hati sedang letih, keruh dan merah; meradang, bengkak dan mengeras — bukan karena pekerjaan, tapi karena kehilangan makna. Kehilangan kesegaran, kelenturan dan kelembutan yang mengelola gairah-gairah hidup dan kehidupan.

Shalat dan Infaq: Dua Sayap Kehidupan

Dalam banyak ayat, Allah selalu menggandengkan shalat dan infaq. Maksudnya agar menjadi perhatian dan pelajaran. Terus diingatkan dan diulang. Tanpa bosan. Allah berfirman;

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)

Keduanya seperti dua sayap burung. Yang harus ada, tak bisa terpisahkan. Shalat menegakkan hubungan dengan Allah, sementara infaq selain vertikal, juga menguatkan hubungan horisontal dengan sesama manusia. Keduanya harus seimbang dan sejalan, agar hidup bisa terbang dengan tenang. Dan tinggi.

Tanpa shalat, kita kehilangan arah. Tanpa infaq, kita kehilangan makna dan orientasi. Orang yang malas shalat mudah gelisah, terombang-ambing karena tidak punya jangkar batin. Orang yang benci infaq, mudah kikir dan berhitung bak pedagang karena tidak punya rasa cukup. Maka, ketika Al-Qur’an menegur orang yang shalat dengan malas dan infaq dengan enggan, sesungguhnya itu adalah peringatan untuk menyembuhkan penyakit hati yang akut dan menguatkan dua sayap jiwa kita yang lemah .

Dari Keterpaksaan ke Keikhlasan

Banyak orang menganggap ibadah itu berat, karena mereka belum menemukan nikmatnya. Padahal, seperti kata para ulama, “Barang siapa merasakan manisnya iman, ia takkan pernah merasa lelah dalam ketaatan.”

Keterpaksaan adalah musuh keikhlasan. Ibadah yang dilakukan karena kewajiban terasa berat. Tapi jika dilakukan karena cinta, semua terasa ringan. Shalat menjadi ruang pertemuan, bukan rutinitas. Ruang rindu untuk perjumpaan antara hamba dan Penciptanya. Kesempatan bercengkerama, menjalin keakraban bersama Sang Khaliq. Infaq menjadi kesempatan, bukan kehilangan. Kesempatan berderma, menyebarkan dan menikmati rahmat Allah bersama sesama dan makhluk lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588)

Bagi orang yang yakin kepada janji Allah, memberi justru menumbuhkan rasa cukup. Menutupi rasa kekurangan dan menyembunyikan hausnya kerakusan. Karena ia tahu, setiap yang keluar dari tangannya sebenarnya kembali kepadanya, lebih banyak dan barokah serta sedang menuju keabadian.

Kepemimpinan Batin

Dalam dunia modern, banyak orang mengejar posisi pemimpin, tapi lupa memimpin dirinya sendiri. Di era kesejagatan ini, banyak yang memperluas kursi pengaruh dan kuasa, tapi lupa untuk mempengaruhi dan meguasai diri sendiri. Padahal kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan menundukkan ego, menguasai diri sendiri, mengendalikan hawa nafsu, dan melatih hati untuk tulus.

Orang yang mampu memimpin dirinya untuk rajin shalat, dermawan, dan ikhlas, sesungguhnya sedang menegakkan kepemimpinan batin. Ia tak butuh panggung untuk terlihat, karena ia sudah memimpin dirinya di hadapan Allah Yang Maha Melihat. Inilah bentuk kepemimpinan yang paling mulia — bukan di atas podium, tapi di atas sajadah; bukan dengan orasi, tapi dengan dahi yang banyak bersujud dan bersedekah.

Menemukan Ketenangan

Malas shalat dan benci infaq hanyalah gejala dari kegelisahan batin yang lebih dalam: rasa takut kehilangan, rasa tidak cukup, rasa ingin mengontrol segalanya. Namun, ketika kita mulai mempercayai bahwa semua yang kita miliki berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka beban itu lenyap perlahan.

Ketenangan hadir bukan karena hidup tanpa masalah, tapi karena hati kembali pasrah. Dari sinilah energi ibadah lahir — bukan dari kewajiban, tetapi dari cinta dan syukur yang mendalam tertanam. Bertumbuh seiring firman Allah;
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An‘ām [6]: 162)

Jangan buru-buru menilai diri dari banyaknya amal, tapi lihatlah seberapa tulus hati di baliknya. Jangan sibuk mengukur kebaikan dari besar kecilnya infaq, tapi tanyakan apakah di dalamnya ada rasa cinta yang mengalir. Sebab, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, amal yang malas dan enggan tidak pernah naik ke langit. Yang sampai hanyalah amal yang dilakukan dengan cinta, dengan senyum, dengan keyakinan bahwa semua ini adalah jalan kembali kepada-Nya. Jangan sampai malas shalat dan benci infaq, menghentikannya.

Tags: Infaqnasehatsalat

Comments 7

  1. Fauzi Achmadi says:
    9 months ago

    AJKH Mas Kus

    Reply
  2. Supardo bin Kayat says:
    9 months ago

    Alhamdulillah semoga Alloh paring barokah…..Aamiin…..

    Reply
  3. Fff says:
    9 months ago

    Masyaallah jaza kallahu khoiro perkelingnya pak Kus🙏🏻

    Reply
  4. Soedradjat says:
    9 months ago

    🤲Semoga Alloh SWT, memberi Rohmat dan kebarokahanNya, atas tadzkiroh ini

    Reply
  5. Lilik Rodiyah says:
    9 months ago

    Alhamdulillah, betul, lanjutkan menulisnya, buat media yg lebih menarik supaya banyak yang tertarik membaca, memahami, insyaallah dapat menumbuhkan kesadaran

    Reply
  6. Jadih Muhammad Ibra says:
    9 months ago

    Jazaakallohu khoiro, semoga Alloh paring barokah…..Aamiin…..

    Reply
  7. Abdul aziz ahmad says:
    8 months ago

    Alhamdulillah,
    Alhamdulillah Jazaa kALLOHU Khoiro, kalimat baik atau masehat baik ini bagian dari barang hilangnya orang yang iman.
    Semoga Alloh pareng Ganti Rizki umur panjang dan Barokah Aamin

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • JADIH ANNUR DLG on LDII Hulu Sungai Tengah Gaet Siswa Sekolah Dasar Kerja Bakti Nasional
  • Dani Jumeri on Sambut HUT ke-81 RI, LDII Pedan Libatkan Pemuda Bersihkan Lingkungan Masjid
  • Dani Jumeri on Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
  • JADIH ANNUR DLG on Gerakan Jumat Bersih Bebas Sampah, DLH Gunungkidul Kolaborasi dengan Ormas
  • Arafat Almasyi on Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

August 14, 2026
Jalan Terjal Warga Kawadang Menjemput Ilmu

Jalan Terjal Warga Kawadang Menjemput Ilmu

August 10, 2026
Wakapolsek Kibarkan Bendera Start Jalan Sehat LDII Tingkir Sambut HUT ke-81 RI

Wakapolsek Kibarkan Bendera Start Jalan Sehat LDII Tingkir Sambut HUT ke-81 RI

August 10, 2026
LDII Gunungkidul Kerahkan 400 Warga Bersihkan Sungai, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

LDII Gunungkidul Kerahkan 400 Warga Bersihkan Sungai, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

August 14, 2026
Mengakui Pulang

Mengakui Pulang

3
Jalan Terjal Warga Kawadang Menjemput Ilmu

Jalan Terjal Warga Kawadang Menjemput Ilmu

3
Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, LDII Pemalang Salurkan 110 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

2
Wakapolsek Kibarkan Bendera Start Jalan Sehat LDII Tingkir Sambut HUT ke-81 RI

Wakapolsek Kibarkan Bendera Start Jalan Sehat LDII Tingkir Sambut HUT ke-81 RI

2
LDII dan Kelurahan Tanjung Raja Barat Helat Kerja Bakti Lingkungan

LDII dan Kelurahan Tanjung Raja Barat Helat Kerja Bakti Lingkungan

August 16, 2026
LDII Sambut HUT RI dengan Kerja Bakti Nasional, untuk Perkuat Gotong-Royong dan Nasionalisme

LDII Sambut HUT RI dengan Kerja Bakti Nasional, untuk Perkuat Gotong-Royong dan Nasionalisme

August 16, 2026
Ponpes Al Mansyurin dan P3M Bahrul Ulum Hadiri Pembahasan Raperda Pesantren DPRD Way Kanan

Ponpes Al Mansyurin dan P3M Bahrul Ulum Hadiri Pembahasan Raperda Pesantren DPRD Way Kanan

August 15, 2026
Konsolidasi Pengurus LDII Paser Targetkan Keselarasan Kinerja dan Penguatan Kaderisasi

Konsolidasi Pengurus LDII Paser Targetkan Keselarasan Kinerja dan Penguatan Kaderisasi

August 15, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII dan Kelurahan Tanjung Raja Barat Helat Kerja Bakti Lingkungan August 16, 2026
  • LDII Sambut HUT RI dengan Kerja Bakti Nasional, untuk Perkuat Gotong-Royong dan Nasionalisme August 16, 2026
  • Ponpes Al Mansyurin dan P3M Bahrul Ulum Hadiri Pembahasan Raperda Pesantren DPRD Way Kanan August 15, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.