Dompu (10/1). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Dompu, Ardiansyah, menekankan pentingnya nilai wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermedia sosial. Sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut dilaksanakan saat pengajian akhir tahun, yang diikuti ratusan generasi muda LDII Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Pengajian akhir tahun yang digelar pada Selasa (31/12/2025) di Masjid Baitul Ridwan tersebut, Ardiansyah menjelaskan, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia bertumpu pada empat pilar utama, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pancasila merupakan dasar negara, UUD NKRI 1945 adalah sumber dari segala sumber hukum, Bhinneka Tunggal Ika menjadi lambang persatuan dan kesatuan, serta keutuhan NKRI adalah kewajiban seluruh warga negara untuk mencintai dan menjaganya,” ujarnya.
Karenanya pada momen itu, Ardiansyah mengapresiasi generasi muda LDII yang mengisi pergantian tahun, dengan pengajian dibandingkan aktivitas lain yang tidak bermanfaat, tidak beradab, dan tidak bermoral. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan karakter generasi muda yang berorientasi pada nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Perubahan tatanan sosial akan sangat dipengaruhi jika generasi muda mampu menanamkan kecintaan kepada negara, agama, dan orang tua. Dari situlah akan tumbuh nilai-nilai dan norma untuk membentuk kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Ia juga memberikan perbandingan antara orang yang gemar membaca buku, dengan mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai. Menurutnya, kebiasaan membaca akan membentuk wawasan yang luas dan melahirkan pribadi yang lebih unggul di masa depan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Dompu, H. Suaidin juga mengapresiasi kehadiran Kepala Kesbangpol Kabupaten Dompu. “Kami mengucapkan terima kasih atas pembekalan yang sangat bermanfaat ini. Semoga generasi muda LDII semakin memiliki semangat kebangsaan dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujarnya. (inggri)










