
Jakarta, (12/1). Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj), Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan petugas haji memegang peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan jamaah sekaligus representasi negara dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal tersebut disampaikan Chandra dalam pemaparan materi tugas, fungsi, dan tanggung jawab petugas haji saat Diklat PPIH Arab Saudi, pada Senin malam (12/1).
Ia menekankan, tugas utama petugas haji adalah memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jamaah, serta memberikan pelayanan terbaik meski di tengah kondisi lelah. “Petugas haji bisa berangkat karena adanya jamaah. Maka sudah menjadi kewajibannya untuk melayani jamaah dengan sebaik-baiknya dan memudahkan mereka dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Chandra menjelaskan, petugas haji berperan sebagai pelaksana kebijakan dan SOP penyelenggaraan haji, sekaligus penentu kelancaran layanan jamaah. “Dalam pelaksanaan tugas, petugas wajib berpegang pada prinsip profesionalisme, integritas, responsif dan solutif. Selalu berorientasi pada pelayanan jamaah, serta patuh terhadap regulasi,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan fungsi petugas haji yang meliputi pelayanan, pembinaan ibadah, perlindungan jamaah, dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks pelayanan, petugas diminta mengutamakan jamaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi, serta menangani keluhan jamaah secara cepat dan tepat.
Selain tanggung jawab pelayanan dan administrasi, Chandra menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan etika. Petugas haji dilarang menyalahgunakan kewenangan, menghindari konflik kepentingan, serta tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari jamaah.
“Petugas haji adalah pelayan tamu Allah. Layani jamaah dengan ramah, santun, dan penuh kesabaran. Sambut jamaah dengan senyuman, ciptakan suasana tenang, dan jaga kerja sama tim,” tegasnya.
Ia mengakui pelaksanaan tugas di lapangan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan karakter dan bahasa jamaah, situasi darurat, keterbatasan waktu, hingga tekanan fisik dan mental selama operasional haji di Arab Saudi.
Menutup pemaparannya, Chandra menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh kualitas petugas. “Pelayanan yang ikhlas, profesional, dan berorientasi pada jamaah adalah kunci suksesnya ibadah haji,” pungkasnya.









