Jakarta (14/1). Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Moch Irfan Yusuf menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi seluruh peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Ia meminta para peserta benar-benar menjaga kesehatan dan kesiapan fisik sejak pelatihan hingga pelaksanaan tugas di Arab Saudi selama lebih dari 60 hari.
“Saya ingin para peserta ini benar-benar sehat, benar-benar siap melaksanakan kegiatan hari ini, minggu depan, sampai 16 hari ke depan,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan. Keberhasilan pelayanan haji nasional sangat ditentukan oleh kesiapan petugas lapangan.
Gus Irfan menegaskan, petugas haji bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan representasi negara di Tanah Suci. “Saya adalah penanggung jawab seluruh kegiatan haji tahun 2026. Dan ibu-bapak sekalian adalah ujung tombak kami,” tegasnya.
Ia menyebut keberhasilan petugas dalam melayani jemaah menyumbang sekitar 60 persen keberhasilan penyelenggaraan haji secara keseluruhan. Sebaliknya, kegagalan petugas akan menjadi kegagalan total bagi penyelenggara.
“Kalau petugas gagal, maka 100 persen itu menjadi kegagalan kami,” katanya.












