Jakarta (15/1). Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) dan Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII menggelar “Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khotib”. Kegiatan yang berlangsung sejak 13 hingga 18 Januari 2026 itu ditujukan bagi para juru dakwah atau mubaligh LDII, yang menjadi khotib salat Jumat maupun Hari Raya.
Acara tersebut digelar di Grand Ballroom Minhajurroysidin Jakarta Timur, yang diikuti 1.000 lebih peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Ketua Departemen PKD KH Aceng Karimullah menjelaskan, pentingnya diadakan diklat bagi para juru dakwah LDII yang tersebar di seluruh daerah, untuk meningkatkan kualitas dakwah, khususnya yang terbiasa menjadi khotib.
“Tujuh hari dalam sepekan ada hari yang diberikan keutamaan oleh Allah SWT, yaitu hari Jumat, pada hari itu umat Islam melakukan ibadah salat Jumat, tokoh sentralnya adalah khotib, maka dengan diadakan diklat ini diharapkan kita bisa menghasilkan khotib yang bisa memberikan pencerahan kepada jamaah yang hadir,“ ujarnya.

Ia menegaskan, para peserta bisa menyosialisasikan nilai-nilai dari berbagai khotbah yang dipelajari dalam diklat ini. Agar ketika khotib naik mimbar, sudah ada kontak batin dengan para jamaah, karena sebelumnya sudah disosialisasikan dulu isi dari beberapa macam khotbah.
Menurut KH Aceng, materi yang diberikan bisa membuat pendengar adem hatinya, karena banyak tema yang dibahas dalam khotbah yang berkaitan dengan amal sehari-hari. Diharapkan para jamaah, setelah selesai salat Jumat, ketauhidannya semakin kuat, akhlaknya semakin bagus, kepahaman-kepahaman tentang hukum semakin mendalam.
Ia juga menyebutkan, diklat ini merupakan salah satu program dari Departemen PKD dalam upaya peningkatan kualitas dai LDII, “Insyaallah dalam tahun ini kita akan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi para dai atau juru dakwah LDII, “pungkasnya.

Senada dengan KH Aceng, pengurus Majelis Taujih Wal Irsyad KH Hafiludin menyebutkan, tujuan utama diadakan diklat ini adalah adalah meningkatkan kemampuan dan kualitas para khotib, sehingga para jamaah salat Jumat maupun Hari Raya lebih khusyu, sekaligus dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.
Ia menyebutkan dalam diklat peningkatan kualitas khotib tersebut dikaji berbagai tema dan judul khotbah yang dapat disesuaikan dengan waktu dan kondisi terkini. Misal ketika solat Jumat pada bulan Ramadan, maka tema khotbah Jumat dapat diisi dengan tema-tema yang berhubungan mengenai keutamaan bulan Ramadan.
Lebih lanjut KH Hafiludin menegaskan, LDII sudah menyusun buku pedoman ibadah, salah satu isinya adalah mengenai pelaksanaan ibadah salat Jumat, LDII mengikuti madzhab Imam Maliki, “Berkhotbah dengan menggunakan Bahasa Arab, itu merupakan syarat wajib salat Jumat yang sesuai madzhab Imam Maliki,“ ujarnya.
“Selain itu, warga LDII melalui majelis taklimnya masing-masing juga dapat mengikuti materi tentang khotbah ini, sehingga meskipun khotbahnya berbahasa Arab, mereka setidaknya tahu mengenai isi khotbah yang disampaikan,“ pungkasnya.


Luar biasa,
Dengan demikian iman dan ketaqwaan warga LDII semakin meningkat, in syaa Allah demikian