Bantul (15/1). DPD LDII Kabupaten Bantul mengisi pergantian tahun dengan aksi penanaman 100 bibit pohon di Bumi Perkemahan Dewa Ruci, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang berlangsung pada Rabu (31/12/2025) itu, menjadi bagian dari acara Pengajian Akhir Tahun.
Untuk perhelatan tahun 2025, LDII Bantul mengangkat tema Generasi Tangguh Mandiri Berakhlakul Karimah (Gentama), yang diikuti sekitar 500 generasi penerus LDII se-Kabupaten Bantul bersama santri Pondok Pesantren Al Barokah.
Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro menyampaikan, penanaman pohon dipilih sebagai bentuk pendidikan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Ia menilai kepedulian lingkungan perlu dibangun sejak dini agar menjadi kebiasaan. “Menanam pohon melatih rasa tanggung jawab. Anak-anak muda diajak memahami hubungan antara alam, kehidupan, dan masa depan,” kata Nanang di sela kegiatan.
Nanang menambahkan, program ini juga selaras dengan agenda LDII di bidang ketahanan pangan dan lingkungan. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga mendorong kontribusi sosial yang konkret. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Bantul.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan aparat, di antaranya Sekretaris Bakesbangpol Bantul, perwakilan Kejaksaan Negeri Bantul, serta jajaran Polres Bantul. Kehadiran lintas sektor ini memperkuat kolaborasi antara LDII dan pemangku kepentingan dalam pembinaan generasi muda.
Salah satu sesi Pengajian Akhir Tahun diisi dengan talk show yang menghadirkan Zaenal Mustakim dari Polres Bantul. Ia mengulas risiko judi daring, pinjaman daring, serta penyalahgunaan narkoba yang marak di era digital. Zaenal menekankan pentingnya kewaspadaan sejak usia muda. “Bentuk kenakalan sekarang makin kompleks, dari kekerasan hingga kejahatan siber. Semua itu berdampak panjang pada masa depan,” ujarnya.
Zaenal juga mengingatkan, keterlibatan dalam tindak pidana dapat memengaruhi rekam jejak seseorang, termasuk peluang pendidikan dan pekerjaan. Ia mengajak generasi muda memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif agar terhindar dari persoalan hukum. “Pembinaan yang konsisten dari keluarga dan organisasi menjadi faktor penting,” tuturnya.
Ketua Penggerak Pembina Generus LDII Bantul, Tafif menilai penanaman pohon memiliki manfaat jangka panjang. Ia menyebut lingkungan yang terjaga akan mendukung kualitas hidup dan produktivitas generasi mendatang. “Udara yang lebih baik membantu kesehatan. Dalam 15 hingga 20 tahun ke depan, generasi ini diharapkan mampu berprestasi dan berkontribusi bagi Indonesia,” kata Tafif. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan PC LDII dan santri Pondok Pesantren Al Barokah.

