Jakarta (16/1). Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak memimpin apel malam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di barak Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis malam (15/1). Dalam arahannya, Wamenhaj mengapresiasi dan bangga atas semangat, optimisme, serta kebersamaan yang ditunjukkan para petugas haji selama mengikuti pembekalan.
“Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas wajah-wajah gembira, wajah-wajah ceria, dan wajah-wajah optimisme dari para petugas haji 2026,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Wamenhaj menyampaikan keyakinannya bahwa semangat positif yang ditunjukkan para petugas akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Ia bahkan meyakini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan merasa bangga melihat kesiapan para petugas haji.
“Saya berkeyakinan, jika Presiden Republik Indonesia melihat para petugas haji seperti ini, beliau akan gembira dan bersemangat. Kita yakin penyelenggaraan haji 2026 akan jauh lebih baik di tangan Anda semua,” tegasnya.
Menurut Wamenhaj, para petugas haji 2026 merupakan bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Pasalnya, haji 2026 menjadi haji pertama yang sepenuhnya diselenggarakan oleh institusi baru yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.
“Berbanggalah menjadi petugas haji 2026. Ini adalah bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia,” ungkapnya.
Apel malam tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Wamenhaj mengajak para petugas untuk menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi keimanan dan penguatan niat dalam menjalankan amanah pelayanan haji.
Ia menjelaskan bahwa Isra melambangkan perjalanan horizontal yang sarat dengan nilai perubahan, perjuangan, dan keimanan, termasuk kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina yang terus menjadi komitmen Pemerintah Indonesia. Sementara Mi’raj merupakan perjalanan vertikal yang menghadirkan perintah shalat sebagai manifestasi keimanan kepada Allah SWT. “Momentum Isra dan Mi’raj ini mengingatkan kita semua bahwa tugas yang kita emban bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga tugas spiritual,” ujarnya.










