Jakarta (16/1). Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan petugas haji. Ia menyebut, pelatihan petugas haji tahun ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah, dengan durasi mencapai 20 hari dan menerapkan pola pembinaan semi-militer.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel malam calon PPIH tahun 2026, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis Malam (15/1). “Tidak pernah ada dalam sejarah petugas haji dilatih seserius ini, sampai 20 hari. Pola semi-militer ini faktanya membuat kita semua belajar disiplin dan mengubur ego keakuan,” katanya.
Ia mengapresiasi perubahan sikap para peserta pelatihan yang dinilainya telah meleburkan perbedaan latar belakang jabatan dan status sosial. “Di sini tidak ada lagi yang merasa S3, profesor, dokter, atau pejabat. Kita semua adalah satu keluarga, keluarga petugas haji,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Wamenhaj mengajak seluruh petugas untuk menjaga kebersamaan, kesehatan, dan kejujuran selama proses pembekalan. Ia juga menyampaikan, hingga saat ini terdapat enam peserta yang dinyatakan gugur, sebagian karena sakit dan tidak jujur menyampaikan kondisi kesehatan sejak awal.
“Kita adalah satu keluarga. Tidak boleh ada yang mencelakai atau dicelakai. Kita ingin semuanya sehat dan bugar agar siap bertugas pada April dan Mei nanti,” pungkasnya.
Wamenhaj menutup arahannya dengan menyampaikan rasa optimisme dan keyakinan bahwa para petugas haji 2026 akan mampu mengemban amanah besar tersebut dengan penuh tanggung jawab demi pelayanan jamaah haji yang lebih baik.
Usai apel, Politikus Partai Gerinda itu melakukan sidak ke asrama. Hal itu ia lakukan untuk memastikan fasilitas yang disediakan mumpuni, sehingga para peserta nyaman dalam mengikuti Diklat.










