Magelang (18/1). DPD LDII Kabupaten Magelang menggelar pengajian akbar baik secara daring dan luring pada Senin (12/1/2026). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah.
Warga LDII lainnya dari berbagai wilayah berpartisipasi melalui studio mini di masjid-masjid naungan LDII. Pemilihan metode luring dan daring untuk memberi kemudahan akses pembinaan keagamaan bagi warga LDII, sekaligus menjaga keterhubungan antarjamaah lintas kecamatan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang Modrik Santoso menyampaikan arahannya kepada seluruh warga LDII, agar menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penataan ibadah. Ia mengajak warga memanfaatkan usia dan kesempatan yang masih diberikan dengan memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari. “Kesempatan hidup ini perlu diisi dengan ibadah yang tertib dan berkesinambungan,” ujarnya.
Menurut Modrik, ibadah wajib perlu dijaga konsistensinya, sementara ibadah sunah ditingkatkan sesuai kemampuan masing-masing. Ia menilai pengajian rutin menjadi sarana penting untuk saling mengingatkan dan memperkuat komitmen beribadah di tengah kesibukan warga. “Pengajian seperti ini membantu menjaga fokus dan arah kehidupan beragama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah personal dan peran sosial. Modrik menyebut nilai kebersamaan, gotong royong, kekompakan, serta menjaga hubungan antarwarga sebagai bagian dari praktik ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kontribusi sosial menjadi cerminan kualitas keimanan seseorang.
Sejumlah peserta pengajian menyambut positif pelaksanaan hibrida tersebut. Salah satu pengurus masjid binaan LDII menyampaikan sistem ini memudahkan warga yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu. “Kami tetap bisa mengikuti pengajian secara utuh dari wilayah masing-masing,” ujarnya.
DPD LDII Kabupaten Magelang berharap pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan. “Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran warga LDII dalam menjaga keharmonisan sosial, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun di Kabupaten Magelang,” tutupnya.











