Kendal (22/1). Perwakilan Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Kabupaten Pemalang menghadiri Rapat Koordinasi Biro KIM DPW LDII Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kompleks Generus Nusantara Boarding School Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1).
Forum ini menjadi ruang konsolidasi antartim media LDII se-Jawa Tengah untuk menyatukan arah pengelolaan informasi organisasi di tengah dinamika media digital yang kian cepat. Rakor tersebut diikuti perwakilan KIM dari berbagai kabupaten dan kota. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan peran media LDII sebagai sarana komunikasi publik yang tertata, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi DPD LDII Pemalang, keikutsertaan ini dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi organisasi di tingkat daerah. Wartawan Suara Merdeka, Trias Purwadi, hadir sebagai pemateri utama. Ia mengibaratkan media organisasi sebagai etalase yang pertama kali dilihat publik.
Menurutnya, kualitas etalase akan menentukan minat dan kepercayaan masyarakat. “Organisasi bisa bekerja dengan baik, tapi kalau medianya tidak terurus, publik tidak akan mengenal kontribusi yang sudah dilakukan,” kata Trias saat menyampaikan materi bertajuk Arsitek Etalase Organisasi.
Trias menekankan tim media tidak hanya bertugas memproduksi konten, tetapi berperan sebagai perancang citra organisasi. Cara menyusun narasi, memilih sudut pandang, hingga konsistensi publikasi akan membentuk persepsi publik terhadap LDII. Ia juga mendorong pengelola media LDII agar memahami kaidah jurnalistik dasar sehingga informasi yang disajikan tetap kredibel dan mudah dipahami.
Pembahasan Rakor juga menyoroti penguatan LDII News Network (LINES) di tingkat daerah. mantan wartawan Tribun Jateng, Catur Waskito Edy, memandu pembentukan formatur LINES kabupaten dan kota. Ia menjelaskan, LINES diharapkan menjadi simpul koordinasi produksi berita, dokumentasi kegiatan, serta distribusi informasi LDII secara terstruktur. “Tanpa jaringan yang rapi, pesan organisasi akan tercecer dan sulit menjangkau publik luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD LDII Pemalang, Agus Sarwono, menyinggung tantangan arus disinformasi, fitnah, dan konten provokatif yang marak di ruang digital. Melalui kerja jurnalistik yang rapi dan berbasis data, LDII didorong menghadirkan informasi faktual yang menitikberatkan pada substansi kegiatan, “Pola publikasi rutin dinilai mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus menjadi arsip perjalanan organisasi,” ujarnya.
Agus menyatakan siap menindaklanjuti hasil Rakor dengan memperkuat koordinasi internal dan meningkatkan kualitas rilis berita daerah. Pengelolaan media sosial, pendokumentasian kegiatan, serta pelaporan agenda strategis akan dibenahi secara bertahap. “Langkah ini diarahkan agar etalase digital LDII Pemalang semakin informatif, tertib, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

