Magelang (22/1). Sekitar 500 peserta dari tingkat SMP, SMA, hingga usia mandiri mengikuti pengajian akhir tahun bertajuk Semarak Kebaikan Ngaji Akhir Tahun (SKENA), Kegiatan yang digelar DPD LDII Kabupaten Magelang di Masjid Sabilul Muttaqin, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Rabu (31/12/2025), merupakan wahana pembinaan generasi muda.
Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang, Modrik Santoso, membuka kegiatan tersebut. Ia menyoroti pentingnya menjaga jati diri generasi muda di tengah arus modernisasi yang kian kuat. Menurut Modrik, pengajian akhir tahun dapat menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan nilai keislaman, “Pergantian tahun seharusnya diisi dengan evaluasi diri. Anak muda perlu bekal nilai agama agar mampu memilah pengaruh yang datang dari luar,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan, generasi muda akan membawa tantangan yang tidak ringan pada tahun 2026. Arus informasi semakin deras, pergaulan semakin terbuka, dan godaan semakin beragam, “Tanpa pondasi iman dan ilmu yang kuat, anak muda mudah terbawa arus. Karena itu, pengajian seperti ini bukan rutinitas, melainkan bekal agar kalian memiliki filter dalam bersikap, berbicara, dan mengambil keputusan,” ujarnya.
Modrik mengingatkan, generasi muda LDII menjadi pribadi yang punya jati diri. Bukan ikut-ikutan, bukan mudah terprovokasi, dan tidak gampang putus asa, “Jadilah anak muda yang rukun, kompak, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Karakter inilah yang kelak akan menjaga kalian, bukan hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di sekolah, kampus, tempat kerja, dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perbaikan diri tidak harus menunggu hari esok. “Mulailah sekarang dari hal sederhana: tepat waktu dalam ibadah, sopan dalam bertutur kata, hormat kepada orang tua, dan peduli kepada sesama. Jika hal-hal kecil ini dijaga dengan konsisten, insyaallah perubahan besar akan mengikuti,” tuturnya.
Usai pembukaan, peserta mengikuti sesi pengajian yang membahas dalil Alqur’an dan Alhadits terkait pembinaan akhlak. Selepas pengajian, panitia menggelar permainan edukatif yang dirancang untuk menanamkan 29 Karakter Luhur LDII. Permainan dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, kekompakan, dan sikap rukun.
“Pembinaan karakter perlu dibuat menyenangkan. Dari permainan, peserta belajar menerapkan nilai-nilai kebersamaan secara langsung,” kata Mara, salah satu panitia kegiatan.













