Gunungkidul (22/1). DPD LDII Gunungkidul menggelar rapat koordinasi di Komplek Masjid Al-Husna, Kemorosari I, Piyaman, Wonosari, pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini diikuti 35 perwakilan pengurus dari delapan kapanewon Gunungkidul untuk memperkuat soliditas organisasi dan koordinasi lintas wilayah.
Delapan kapanewon yang terlibat meliputi Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari. FGD menghadirkan Sakijan sebagai narasumber utama dari Dewan Penasihat DPD LDII Gunungkidul. Diskusi difokuskan pada penguatan kerja kolektif dan sinkronisasi program pembinaan umat di tingkat lokal.
Dalam pemaparannya, Dewan Penasihat DPD LDII Gunungkidul, Sakijan menekankan pentingnya sinergi internal dalam setiap aktivitas organisasi. Ia menyampaikan bahwa kerja yang tertata dan saling mendukung akan berdampak langsung pada efektivitas program, “Kerja bersama perlu dibangun dari niat yang lurus, komunikasi terbuka, dan pembagian peran yang jelas agar setiap kegiatan berjalan terarah,” ujarnya.
Sakijan juga mendorong pengurus untuk menjadikan nilai kebersamaan sebagai landasan pengambilan keputusan. Menurutnya, konsistensi di semua jenjang kepengurusan akan mempercepat pencapaian target pembinaan. “Jika internal rapi, maka pelayanan kepada umat akan terasa lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Wakil Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta, Nurasid, yang hadir memberikan sambutan, menilai musyawarah tersebut untuk menyatukan langkah. Ia menegaskan pentingnya musyawarah dan koordinasi rutin antarkapanewon, “Target organisasi hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif, saling menguatkan, dan komunikasi yang terjaga,” ucapnya.
Diskusi berlangsung saat para peserta memaparkan praktik terbaik di wilayah masing-masing sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Dari sesi ini, muncul sejumlah rekomendasi operasional untuk memperkuat jejaring kerja Pokja Barat, termasuk penjadwalan program bersama dan mekanisme pelaporan yang lebih efektif.
DPD LDII Gunungkidul berharap hasil rapat koordinasi tersebut, mampu meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah barat Gunungkidul, melalui program keagamaan dan sosial yang lebih terkoordinasi.













