Sumbawa Barat (23/1). Pengurus DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) audiensi dengan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Benny Utama, 21/01. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan berdiskusi tentang penguatan wawasan kebangsaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi secara santai mengenai pentingnya wawasan kebangsaan bagi organisasi kemasyarakatan, khususnya LDII. “Hasil diskusi ini rencananya akan kami sampaikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat yang saat ini masih menjalankan tugas di luar daerah,” kata Benny.
Ia menyebut, Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat menyambut baik pertemuan ini dan berencana mengundang pengurus LDII KSB untuk mengikuti kegiatan pembekalan materi wawasan kebangsaan. “Kegiatan ini penting sebagai upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus penyegaran bagi pengurus LDII, mengingat pembekalan serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar tiga tahun lalu,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat Bambang Supriyadi mengatakan bahwa wawasan kebangsaan menjadi perhatian serius LDII karena termasuk dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. “Bagi LDII, kebangsaan menjadi hal utama. Azaz organisasi ini sejak awal adalah Pancasila. LDII menempatkan penguatan ideologi, persatuan, dan cinta tanah air sebagai fondasi utama dalam berorganisasi dan bermasyarakat,” ujarnya.
Bambang menambahkan bahwa kebangsaan sangat menentukan stabilitas dan ruang gerak masyarakat. “Jika diibaratkan kita berlayar menggunakan kapal, jika kapalnya bergoyang karena badai atau karena kapalnya ada kerusakan, maka kita penghuni kapal pun akan bermasalah. para penumpang kapal akan merasa was-was, tidak nyaman dan sejenisnya. Karena itulah kebangsaan kami jadikan pilar utama,” ujarnya.
Selain itu Bambang juga mengenalkan program Adiwiyata bagian dari klaster ketahanan pangan dan lingkungan hidup yang saat ini tengah digencarkan oleh DPP LDII di berbagai daerah. LDII ingin berkontribusi dan memberikan solusi terhadap masalah sampah. “DI Sumbawa Barat, LDII mengembangkan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM) merupakan program yang dirancang untuk memberikan solusi terhadap masalah persampahan. Kegiatan ini meliputi edukasi dan partisipasi jamaah masjid yang dilaksanakan secara sistematis, menyeluruh dan terus menerus untuk mengelola sampah,” ujar Bambang.
PPSBM bertujuan mengurangi sampah ke TPA, mencegah aktivitas membuang sampah sembarangan dan aktivitas membakar sampah. Juga menjadikan sampah sebagai sumber daya yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk.
Tujuan lainnya, lanjut Bambang, menciptakan daur hidup dalam pengelolaan sampah dan menerapkan 29 karakter luhur LDII serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah tahun 2025. PPSBM dipusatkan di tiga titik lokasi yakni Masjid Bani Saba Taliwang naungan PC LDII Taliwang, Masjid Ulul Albab Maluk naungan PC LDII Maluk, dan Masjid Subulassalam Lab. Mapin naungan PC LDII Alas Barat.
Warga LDII mengembangkan sedekah sampah melalui gerakan 5M yakni memilah sampah, mengumpulkan sampah daur ulang, mengolah sampah organik, mengirim sampah daur ulang ke bank sampah, dan mengangkut sampah residu ke TPA.
Menanggapi hal itu, Benny menyampaikan ketertarikan terhadap Program Adiwiyata yang dijalankan LDII. “Hal ini sejalan dengan program Jaksa Masuk Sekolah yang dimiliki Kejaksaan,” imbuhnya.
Melalui komunikasi dan kerja sama ini, LDII KSB dan Kejari Sumbawa Barat berharap dapat terus membangun sinergi positif dalam mendukung pembinaan masyarakat, penguatan nilai kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup dan generasi muda.













