Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara

2026/02/17
in Headlines, Nasional
0
Peserta Rapimnas LDII memakai tumbler untuk mengurangi sampah pascaacara. Foto: LINES.

Peserta Rapimnas LDII memakai tumbler untuk mengurangi sampah pascaacara. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Acara besar sering dipuja karena meriahnya, tapi dilupakan karena jejak sampah yang ditinggalkan. Di Rapimnas DPP LDII, penggunaan tumbler sebagai ikhtiar sederhana mengurangi sampah sekali pakai sebagai wujud dakwah ekologis.

Denyut jantung ibu kota mengalir di Kali Ciliwung. Namun aliran itu kian tersendat. Sampah menggunung, menutup ruang air, dan didominasi botol-botol kemasan sekali pakai. Benda-benda plastik itu berhimpitan di permukaan sungai, tersangkut di ranting, saling menahan arus, membentuk bendungan sunyi dari kebiasaan manusia yang terus diulang. Sungai seakan tak diberi ruang untuk mengalir melainkan  dipaksa menampung sisa gaya hidup instan yang dipakai sebentar, lalu dibuang tanpa pikir panjang.

Ketika hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada akhir Januari 2026, sungai yang telah lama sesak itu akhirnya meluap. BPBD DKI Jakarta melaporkan, pada Rabu petang, 28 Januari 2026, sebanyak 11 rukun tetangga di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Debit air Sungai Ciliwung meningkat, sementara alirannya tertahan oleh persoalan lama yang tak pernah benar-benar selesai: sampah.

Banjir kembali menjadi rutinitas yang menyakitkan. Rumah kemasukan air, aktivitas warga lumpuh, dan kota kembali dipaksa hidup dalam kondisi darurat. Peristiwa ini terasa semakin getir karena penyebabnya bukan hal baru. Banjir datang bukan semata karena hujan, melainkan karena akumulasi perilaku yakni kebiasaan membuang, mengabaikan, lalu berharap alam selalu bisa menanggung sisanya.

Kesadaran inilah yang kemudian menemukan bentuknya di ruang yang mungkin tak langsung terhubung dengan sungai. Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026, yang dihelat di Kantor DPP LDII pada Senin (16/2), botol plastik sekali pakai tak lagi menjadi pemandangan di atas meja peserta. Yang hadir justru tumbler minum yang diisi ulang, dan digunakan sepanjang kegiatan.

Bagi DPP LDII, penggunaan tumbler itu diposisikan sebagai bagian dari dakwah ekologis sekaligus menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang akan diperingati pada 21 Februari mendatang. Pesannya sederhana: sampah tidak pernah benar-benar hilang setelah dibuang. Ia hanya berpindah tempat dan sering kali kembali dalam bentuk bencana. Menolak plastik sekali pakai bukan soal tren, melainkan soal tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPP LDII Sudarsono selaku Ketua Panitia Pengarah Rapimnas LDII menegaskan bahwa langkah itu bukan sekadar teknis acara, melainkan bagian dari visi yang lebih besar, yakni membangun kesadaran ekologis, “Targetnya adalah memberikan wawasan lingkungan, dan juga wawasan pangan sebenarnya,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran ekologis harus dibangun dari pemahaman paling mendasar: bahwa bumi hanya satu, dan kerusakan yang terjadi hari ini akan menentukan apakah ia masih layak dihuni oleh generasi mendatang.

Ia menekankan, LDII menyadari bahwa kemampuan organisasi dalam menjaga lingkungan memang terbatas. Namun keterbatasan itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berbuat. “Sebatas kemampuan yang bisa kita lakukan, kita selalu ingin berpartisipasi menjaga lingkungan,” kata Sudarsono.

Ketua DPP LDII Sudarsono selaku Ketua Panitia Pengarah Rapimnas LDII menegaskan bahwa langkah itu bukan sekadar teknis acara, melainkan bagian dari visi membangun kesadaran ekologis. Foto: LINES.

Karena itu, berbagai program lingkungan terus didorong, mulai dari gerakan go green, penanganan sampah, hingga aktivitas-aktivitas yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan secara bertahap.

Salah satu fokus pentingnya adalah pengelolaan sampah berbasis sikap. Sudarsono mengakui, mengubah kebiasaan bukan perkara mudah. Namun LDII memilih jalur sosialisasi yang dibarengi praktik nyata.

Warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, terutama menangani sampah organik agar tidak perlu keluar dari lingkungan rumah tangga. Sementara sampah anorganik diarahkan untuk dipilah—mana yang bisa didaur ulang, diproses lebih lanjut, dan mana yang benar-benar harus masuk ke tempat penampungan akhir.

Dalam konteks itulah, ia menilai kebijakan panitia dalam menggunakan tumbler relevan dan tepat sasaran, mengingat acara besar kerap menjadi penyumbang sampah plastik, terutama dari minuman kemasan. “Ini ide yang bagus sekali. Tidak menyediakan minuman sekali pakai dan sampah plastiknya,” ujarnya.

Prinsip serupa, kata Sudarsono, sejatinya telah mulai diterapkan dalam forum-forum besar LDII sebelumnya, seperti kebijakan paperless dalam musyawarah nasional. Ke depan, ia berharap penggunaan tumbler dan pemanfaatan alat-alat yang dapat dipakai ulang bisa menjadi praktik baku, termasuk dalam Munas LDII berikutnya. “Kalau bisa, konsumsi itu tidak menggunakan plastik, tapi sesuatu yang bisa menggantikan plastik,” tegasnya.

Kepada generasi muda, Sudarsono menitipkan pesan yang sederhana bahwa bumi ini tidak punya cadangan. Jika rusak, tidak ada tempat lain untuk berpindah. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan bukan untuk siapa pun selain untuk diri sendiri dan generasi yang akan datang—agar bumi tetap menjadi ruang hidup yang layak dan manusiawi.

Di tengah sungai yang tersumbat sampah dan kota yang berkali-kali kebanjiran, pesan itu terasa menemukan konteksnya. Dari ruang rapat yang meniadakan plastik sekali pakai, dakwah ekologis LDII bergerak dalam bentuk paling konkret: mengubah sikap, satu kebiasaan kecil dalam satu waktu.

Tags: Dakwah EkologisldiiMunas X 2026Pilah SampahRapimnas LDIIRoad to Munas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Siap Kolaborasi dengan TVRI Papua Barat Hadirkan Tausiah Ramadan February 17, 2026
  • Sampah Tak Seharusnya Jadi Jejak Acara February 17, 2026
  • Rapimnas LDII Konsolidasikan Program Kerja dan Siapkan Materi Munas February 17, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.