Nganjuk (20/2). PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Commuter Surabaya berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu, pada Jumat (13/2/2026). Kunjungan tersebut untuk berkolaborasi untuk memastikan mobilitas para santri saat musim mudik berlangsung lebih terorganisir.
“Melalui sistem tiket terpadu, pihak pesantren akan mengoordinasikan keberangkatan secara langsung. Para santri tidak perlu lagi melakukan pemesanan mandiri yang kerap berisiko pada ketidakpastian ketersediaan kursi di tengah tingginya permintaan tiket,” jelas Humas Ponpes Gadingmangu, Widodo.
Ia menjelaskan Ponpes Gadingmangu ingin menjamin keamanan dan kenyamanan santri selama perjalanan menuju kampung halaman masing-masing. Ponpes Gadingmangu menyambut positif kolaborasi ini dan menurutnta langksav inu sebagai solusi krusial dalam manajemen pesantren.
“Pengaturan perjalanan ribuan santri merupakan aspek yang sangat kompleks, terutama saat momentum Ramadan yang padat. Kehadiran sistem ini diyakini mampu meningkatkan kepercayaan orang tua santri, karena adanya jaminan keselamatan dan koordinasi yang matang antara pihak pesantren dengan penyedia jasa transportasi resmi,” jelasnya.
Sementara itu, selaku Passenger Sales Junior Specialist 3, Nur Cholis menjelaskan untuk memastikan operasional berjalan mulus, KAI turut memberikan pendampingan teknis dalam proses registrasi melalui sistem c-taditour. Platform digital ini memungkinkan pengolahan data dan jadwal perjalanan rombongan dilakukan secara terintegrasi, transparan, dan efisien. “Digitalisasi pemesanan ini diharapkan dapat meminimalkan kendala administratif dan mempercepat proses verifikasi di lapangan saat hari keberangkatan.

Sinergi antara KAI Commuter Surabaya dan Pondok Pesantren Gadingmangu ini diharapkan menjadi preseden baik bagi kolaborasi antara BUMN dan lembaga pendidikan di masa depan,” jelasnya.
Ia berharap model kerja sama ini membuktikan bahwa pelayanan transportasi publik dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan khusus komunitas pendidikan, dan menciptakan ekosistem mudik yang lebih tertib dan aman bagi generasi muda.
“Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada fasilitas mudik lebaran semata. KAI juga memperluas jangkauan layanannya dengan menawarkan paket perjalanan wisata bagi lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren, serta menghadirkan program edukasi perkeretaapian yang menyasar siswa tingkat PAUD dan TK untuk menanamkan budaya disiplin bertransportasi sejak dini,” jelasnya.
Cholis menjelaskan terkait kebijakan biaya, KAI memberikan apresiasi khusus berupa potongan harga sebesar 10 persen bagi rombongan santri yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh antarkota.
“Namun, untuk layanan kereta api lokal, tarif yang diberlakukan tetap mengikuti ketentuan normal. Hal ini dikarenakan harga tiket kereta lokal saat ini sudah sangat terjangkau berkat skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah guna melayani seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

