Malang (20/2). Bupati Malang M. Sanusi mengapresiasi visi pembentukan sumber daya manusia (SDM) profesional dan religius yang dikembangkan LDII. Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) X DPD LDII Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut bertajuk “Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius Menuju Malang Makmur yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Forum lima tahunan ini juga menjadi ajang penyusunan program kerja serta penetapan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
“Visi yang digaungkan LDII tentang SDM profesional dan religus sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten Malang yang menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurut kami penguatan kualitas SDM menjadi kunci agar masyarakat mampu berdaya saing tanpa kehilangan pijakan nilai-nilai moral dan keagamaan,” jelasnya.
Ia menjelaskan profesional religius adalah jawaban atas tantangan zaman. Menurutnya, seseorang tidak hanya dituntut ahli di bidangnya, tetapi juga harus memiliki integritas moral yang bersumber dari agama. “Ini berkaitan, karena kalau hanya profesional tapi tidak religius, bisa jadi koruptor. Sebaliknya, kalau religius saja tapi tidak profesional, bisa terperosok zaman,” ujarnya.
Sanusi juga menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan untuk mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi sekaligus kuat secara spiritual. “Selama ini LDII turut berperan dalam mendukung kegiatan keagamaan serta menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Malang. Kami berharap kepengurusan LDII periode mendatang mampu mengimplementasikan konsep profesional religius ke dalam program kerja yang konkret dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga berharap kader-kader LDII bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang amanah dan inovatif. Harapannya LDII tetap eksis untuk membantu pemerintah dan didiklah anak-anak kita menjadi anak yang terbaik.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi menegaskan, konsep profesional religius menjadi karakter utama pembinaan LDII di seluruh daerah. Menurut dia, penguatan kapasitas kader harus berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak dan wawasan kebangsaan.
“Profesional religius bukan hanya slogan, tetapi arah pembinaan LDII. Kami mendorong kader memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air,” ujar Amrodji.
Ia menambahkan, Musda menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi program agar semakin adaptif terhadap tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

