Banyumas (21/2). Sebanyak 1.337 calon haji asal Kabupaten Banyumas mengikuti Bimbingan Manasik Haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang digelar serentak di sejumlah lokasi di Banyumas. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti membuka kegiatan tersebut di GOR Satria Purwokerto, pada Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Dwi Asih Lintarti menjelaskan panitia merancang manasik sebagai persiapan menyeluruh, mencakup kesiapan fisik, mental, dan pendalaman materi ibadah. Ia meminta para calon haji memahami tata cara manasik agar dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci secara mandiri dan sesuai syariat.
Panitia menjadwalkan kegiatan ini selama lima hari. Selama pelaksanaan, peserta menerima materi teori sekaligus praktik lapangan sebagai bekal sebelum keberangkatan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas membagi pelaksanaan manasik ke dalam 17 titik lokasi di tingkat kecamatan untuk memudahkan koordinasi dan pendampingan. Kemenhaj juga melibatkan sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah dalam kepanitiaan.
Sementara itu, KBIHU Budi Luhur di bawah naungan DPD LDII Kabupaten Banyumas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pengurus menugaskan Muhammad Arif Adha dan Abdurrochman Sambodo untuk mendampingi proses manasik di Kecamatan Purwokerto Timur dan Kecamatan Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Arif Adha menyampaikan KBIHU Budi Luhur DPD LDII Kabupaten Banyumas menyiapkan pendampingan manasik secara terstruktur bagi calon haji di Kecamatan Purwokerto Timur. Ia menjelaskan tim pendamping mengawal peserta sejak sesi pembukaan hingga praktik lapangan, dengan menekankan pemahaman rukun dan wajib haji, tata cara ihram, wukuf, tawaf, sa’i, hingga tahapan lempar jumrah.
“Pendamping tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memastikan setiap jemaah haji memahami alur ibadah secara runtut agar mampu menjalankannya secara mandiri di Tanah Suci,” ujarnya.
Sedangkan, Abdurrochman Sambodo yang mendampingi jemaah haji di Kecamatan Banyumas menjelaskan pendekatan pembinaan difokuskan pada kesiapan teknis dan kedisiplinan mengikuti tahapan manasik. Ia menyebut pendamping memberikan simulasi situasi lapangan, termasuk pengaturan waktu, perpindahan lokasi ibadah, serta tata tertib selama berada di Arab Saudi.
“Kami juga mengingatkan peserta menjaga kondisi fisik dan memahami prosedur kesehatan sebagai bagian dari kesiapan ibadah,” tuturnya.

