Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan
Ada amal yang tumbuh di atas panggung. Ada pula amal yang tumbuh di bawah tanah. Yang di atas panggung cepat dipuji. Yang di bawah tanah lama tak terlihat—tetapi akarnya menembus dalam.
Allah berfirman: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271)
Allah tidak melarang yang terlihat. Tetapi Dia menyebut yang tersembunyi lebih baik.
Mengapa?
Karena yang tersembunyi lebih sulit. Ia murni antara hamba dan Rabb-nya.
Di zaman ketika segala sesuatu mudah dibagikan, amal tersembunyi menjadi langka. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena hati diam-diam ingin diketahui.
Nabi ﷺ menyebut salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat: “Seseorang yang bersedekah hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa sunyinya amal itu. Bahkan tangan sendiri tidak “diberi tahu”.
Ali ibn Abi Talib pernah memanggul gandum di malam hari untuk fakir miskin tanpa diketahui siapa pun. Baru setelah beliau wafat, orang-orang menyadari dari berhentinya bantuan malam itu. Itulah amal bawah tanah. Tidak dipotret. Tidak diumumkan. Tidak dijadikan status.
Mengapa amal tersembunyi begitu berharga?
Karena ia melatih hati untuk tidak bergantung pada pengakuan. Ia mengajarkan bahwa cukup Allah yang tahu.
Seorang Alim-Faqih menulis bahwa ikhlas itu seperti rahasia antara hamba dan Allah; malaikat tidak menulisnya sebagai pujian, dan setan tidak mampu merusaknya ketika ia benar-benar tersembunyi.
Amal yang terlihat kadang bercampur niat. Amal yang tersembunyi membersihkan niat.
Di hari kiamat kelak, ketika semua rahasia dibuka, mungkin yang menyelamatkan bukan ceramah panjang, bukan proyek besar, bukan kontribusi yang dipuji banyak orang. Mungkin yang menyelamatkan adalah: Air mata yang tidak pernah dilihat siapa pun. Sedekah kecil yang tidak pernah diceritakan. Doa malam untuk seseorang yang bahkan tidak tahu kita mendoakannya.
Allah Maha Melihat yang tersembunyi. “Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang lebih tersembunyi.” (QS. Taha: 7)
Yang lebih tersembunyi dari amal adalah niat. Dan yang lebih tersembunyi dari niat adalah keinginan terdalam hati. Maka bangunlah satu amal rahasia dalam hidupmu. Jangan beri tahu siapa pun. Jangan, bahkan memberi isyarat. Biarkan ia menjadi percakapan pribadi dengan Allah.
Jika suatu hari engkau merasa lelah, merasa tak dihargai, merasa tidak dilihat—ingatlah: engkau memang tidak sedang bekerja untuk dilihat manusia. Engkau sedang menanam di bawah tanah. Dan Allah tidak pernah melewatkan satu pun benih yang ditanam karena-Nya.












