Yogyakarta (21/2). DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Rukyatul Hilal di Kantor DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu (7/2/2026). Panitia menghadirkan perwakilan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di DIY untuk mengikuti pembekalan teori dan praktik penentuan awal bulan hijriah.
Anggota DPD RI asal DIY Hilmy Muhammad memberikan arahan kepada peserta. Ia mengingatkan peserta memandang rukyatul hilal sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam, yang memadukan dalil keagamaan dan pendekatan astronomi.
“Rukyatul hilal merupakan bagian dari khazanah ilmu falak yang memadukan teks keagamaan dengan pendekatan ilmiah. Karena itu, perlu kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, teliti, dan mampu bekerja sama lintas lembaga,” ujar Hilmy.
Hilmy juga meminta peserta menjaga persatuan dalam menyikapi perbedaan metode maupun hasil pengamatan. Ia mendorong dialog ilmiah dan kerja sama antarlembaga dalam proses penentuan awal bulan hijriah.
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin menyampaikan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan kader yang memiliki kompetensi di bidang falakiyah, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara.
“Peserta mengikuti materi tentang teori hisab rukyat, penggunaan alat optik, pemahaman posisi astronomis bulan, hingga tata cara pelaporan hasil pengamatan sesuai standar,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, DPW LDII DIY menyiapkan kader yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman konseptual dalam pelaksanaan rukyatul hilal, mulai dari penguasaan teori falak, penggunaan instrumen optik, hingga penyusunan laporan hasil pengamatan.
“Kader-kader ini diproyeksikan terlibat dalam kegiatan rukyat yang terkoordinasi bersama Kementerian Agama serta instansi dan lembaga terkait lainnya, sehingga proses pemantauan hilal dapat berjalan sesuai prosedur, terukur, dan selaras dengan mekanisme penetapan awal bulan hijriah di tingkat nasional,” tutupnya.

