Bandung (22/2). Pemerintah Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada 28.370 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kabupaten Bandung. Informasi itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-1 Tahun 1447 H di Masjid Al Fathu, pada Jumat (20/2/2026).
Total bantuan yang disalurkan mencapai 141.850 kilogram beras (141,85 ton) serta 28.370 botol minyak goreng, yang didistribusikan ke 47 desa di 13 kecamatan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung menyampaikan bahwa potensi bencana di wilayah Kabupaten Bandung masih perlu diwaspadai, merujuk pada data BMKG. Ia meminta camat dan kepala desa terus mengedukasi masyarakat terkait mitigasi bencana.
Beberapa kejadian yang disoroti antara lain pergeseran tanah di Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, serta longsor di Pangalengan dan Arjasari yang sebelumnya menelan korban jiwa. Bupati juga menginstruksikan kepala desa untuk mewaspadai potensi tanggul jebol dan segera berkoordinasi secara berjenjang agar penanganan dapat dilakukan cepat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung yang terus meningkat, dari 74,25 poin menjadi 75,58 poin, didorong oleh sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, DPD LDII Kabupaten Bandung turut hadir dalam Safari Ramadan dan Tarling tersebut. Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, H. Setyanto, mengapresiasi langkah konkret Pemkab Bandung dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial melalui penyaluran bantuan kepada puluhan ribu KPM.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat kecil sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi, “Kami melihat kepemimpinan Bupati Bandung cukup responsif. Program bantuan pangan, perhatian terhadap mitigasi bencana, hingga peningkatan IPM menjadi bukti kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Safari Ramadan bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan Islam demi terwujudnya Kabupaten Bandung yang maju, aman, dan religius.












