Jakarta (6/4). DPP LDII akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 dengan fokus pada penguatan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Kegiatan ini dinilai penting untuk merumuskan keputusan dan rekomendasi strategis bagi Indonesia.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso menegaskan, ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek militer. Tetapi, juga mencakup berbagai sektor penting lainnya, “Kita punya ketahanan bukan hanya urusan senjata, tetapi juga ketahanan energi, pangan, ekonomi, dan budaya. Ini penting untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mengantisipasi kondisi global seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Munas X juga akan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung stabilitas nasional.
“Sekecil apa pun yang kami lakukan, kami berharap bisa berkontribusi pada stabilitas dan ikut berperan dalam memperkuat ketahanan nasional. Apalagi beberapa program pemerintah beririsan dengan program kami,” katanya.
Selain agenda utama, Munas X LDII akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung melalui side event bertajuk GenFest atau Festival Generasi Penerus (Generus). Kegiatan ini difokuskan pada generasi muda sekaligus menjadi sarana evaluasi program lima tahun terakhir.
Dalam acara tersebut, akan ditampilkan berbagai capaian di bidang pendidikan, ekonomi, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk hasil pelatihan kemandirian. Salah satu inovasi yang dipamerkan adalah mobil listrik karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), “Kami ingin mengukur secara kualitatif hasil kerja lima tahun ini, sejauh mana program kami berhasil dan apa saja yang sudah dihasilkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas seperti layanan servis gratis untuk sepeda motor. Secara keseluruhan, sekitar 81 stan akan meramaikan acara. GenFest juga dilengkapi dengan talkshow dan workshop untuk memperluas wawasan masyarakat.
KH Chriswanto menekankan, pelaksanaan Munas selama tiga hari penuh ini menjadi momentum penting di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kondisi nasional dan global saat ini membutuhkan pemikiran bersama. Saya berharap kita bisa menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang dapat mendukung Indonesia untuk bertahan,” pungkasnya.

