Manado (30/11). DPW LDII Sulawesi Utara menggelar bedah buku berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan Jamaah LDII Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian”. Buku tersebut merupakan karya Cendekiawan NU Ahmad Ali, yang dihelat di Swiss-belhotel Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (27/11).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara KH Ulyas Taha menyambut baik sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa melalui bedah buku ini, masyarakat bisa memahami lebih baik lagi tentang LDII.
“Jika umat tercerahkan, maka kita tidak lagi diperdebatkan dengan hal-hal yang menguras pikiran dan tenaga umat, serta mengabaikan kepentingan umat yang lebih besar,” terangnya.
Ia menyebut, LDII tercatat sebagai salah satu ormas keagamaan dan telah melakukan perubahan atau paradigma baru, seperti kebajikan-kebajikan dan kemandirian. “Apa yang dilakukan LDII kami dukung, dimana keseluruhan itu semua adalah demi kemandirian umat, termasuk kemandirian ekonomi umat,” pungkasnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur menambahkan, LDII saat ini berstatus organisasi yang sedang dalam pendampingan MUI. Namun menurutnya, bukan berarti LDII dilarang. “Akan lebih baik jika didekati dan dirangkul, diperbanyak silaturrahim,” ungkapnya.
Ia pun menyambut baik kegiatan bedah buku ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat positif agar umat bisa lebih dalam mengetahui tentang LDII. Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulut Djafar Wonggo mengatakan, buku ini adalah kontribusi intelektual yang sangat berharga untuk keumatan, karena membahas nilai-nilai fondasi LDII. “Ini bukan hanya referensi internal saja, tapi jadi jembatan komunikasi bagi masyarakat untuk memahami LDII,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ahmad Ali hadir untuk memberikan pemahaman konteks penulisan buku karyanya. “Ada sekitar sebelas poin yang saya tuliskan dalam buku ini, berdasarkan riset saya di beberapa tempat warga LDII,” kata Ahmad Ali.
Sebagai informasi, Kota Manado menjadi daerah ketiga yang dikunjungi. Bedah buku kali ini dihadiri berbagai ormas keagamaan dan sejumlah tokoh utama ormas Islam di Sulawesi Utara, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Sarekat Islam.
Selain Ahmad Ali, pembicara lainnya adalah Ketua DPP Syarikat Islam yang juga Korwil Sulut, Gorontalo, Maluku, Kaltim, Hi. Abid Takalamingan. Selain itu, Rektor IAIK Kotamobagu Muliadi Mokodompit dan Sekretaris DPW LDII Sulut Soenarwan, juga akan terlibat sebagai pembedah.
Soenarwan mengatakan, kegiatan ini menjadi kabar baik karena dinilai mampu memberikan pengenalan nilai-nilai LDII. Penulisnya Ahmad Ali bukan jemaah LDII dan ditulis berdasarkan hasil riset, “Jadi kami menyambut positif kegiatan ini,” kata Soenarwan.

