Jakarta (8/4). Karakter menjadi penentu kemandirian seseorang. Inilah yang mendorong GenFest menghadirkan tokoh muda inspiratif. Mereka adalah Gadis Alila Kuncoro dan Humaira Nadzifa Najla, para finalis ajang Miss Hijab Indonesia.
Talkshow yang mengangkat tema “Strategi Sukses Pendidikan di Era Kompetitif” tersebut menyoroti penguatan karakter, minat bakat dan ketangguhan generasi muda dalam menghadapi tantangan dan kegagalan di era yang semakin kompetitif.
Salah satu pembicara Gadis Alila Kuncoro mengatakan generasi penerus harus mampu mengenali minat dan bakat sebelum menentukan langkah dalam meraih peluang. “Saya fokus terlebih dahulu pada ketertarikan, apakah saya benar-benar ingin memperjuangkan hal tersebut,” ujarnya.
Dalam menghadapi kejenuhan, ia menilai manajemen waktu yang baik menjadi solusi, termasuk memberikan jeda istirahat agar tetap optimal, “Jangan terlalu memaksakan diri, beri jeda agar tetap optimal,” katanya.
Miss Hijab Indonesia 2025 yang juga founder komunitas pencari beasiswa itu mengajak generasi muda untuk berani bermimpi dan menetapkan tujuan yang spesifik. Hal itu juga yang menginspirasinya saat menerima beasiswa penuh dari Kemenristek dan kini menempuh semester akhir Prodi Teknik Industri Universitas Indonesia.
Dari apa yang dicapainya, ia meyakini dengan kesungguhan, arah akan terbuka sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Selain itu, warga LDII Tangerang Selatan itu juga menekankan pentingnya keberanian untuk bertanya dan belajar dari orang yang telah lebih dahulu mencapai keberhasilan, “Beranikan diri bertanya untuk membuka peluang dan mendapatkan ilmu baru,” ujarnya.
Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan yang harus disikapi dengan rasa syukur, “Kegagalan harus disyukuri, karena dari situ kita belajar dan semakin dekat dengan keberhasilan,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan 29 karakter luhur sebagai sebuah kerangka pembinaan diyakini mampu membentuk individu unggul apabila dijalankan secara konsisten, dimulai dari diri sendiri.
Senada dengan Gadis, Humaira Nadzifa Najla yang juga Miss Hijab Indonesia 2023 mengatakan, masa muda merupakan waktu yang tepat untuk mencoba berbagai hal, termasuk menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya memiliki tujuan yang jelas agar tidak kehilangan arah.
Santri alumni SMA Budi Utomo Jombang itu kini berstatus sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Program Studi Pendidikan Masyarakat. Ia juga meraih Special Award dalam ajang International Mathematical Science Creativity Competition (IMSCC) di Korea Selatan, serta dikenal sebagai konten kreator.
Dalam pemaparannya, ia menekankan agar generasi muda mengetahui tujuan hidupnya. Menurutnya banyak kesempatan, tetapi belum tentu semuanya sesuai, “Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Fokus pada versi terbaik diri kita,” tambahnya.
Untuk mengatasi tekanan, ia kerap merenung melalui tulisan, menyendiri, dan menenangkan diri untuk mengevaluasi langkah yang telah diambil. Selain itu, ia juga menerapkan self-reward sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian.
Selain itu, ia juga berupaya menularkan semangat berprestasi, lewat media sosial. Platform maya itu menjadi sarananya berbagi pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, “Dengan berbagi proses jatuh dan bangun, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi yang lain,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan 29 karakter luhur menjadi pondasi penting membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan beradab. Keteladanan melalui aksi nyata adalah kunci agar nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan.

