Jakarta (20/2). DPD LDII Jakarta Barat memenuhi undangan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Barat untuk mengikuti Rukyatul Hilal penentuan awal Ramadan 1447 H. Pemantauan dilakukan di Masjid Al-Musari’in, Basmol, Kembangan, Jakarta Barat — yang jadi salah satu titik rujukan utama pemantauan hilal di Jakarta, pada Selasa (17/2/2026).
Sejak pukul 16.30 WIB, area masjid mulai dipadati oleh petugas dari Lembaga Falakiyah, jajaran pengurus LDII, serta warga sekitar. Meski kondisi cuaca di Jakarta Barat mendung dan kurang bersahabat, para petugas teknis tetap bersiaga menyiapkan teleskop digital dan peralatan navigasi lainnya.
Ketua Tim Falakiyah NU, Abdul Ghofur, menyatakan prosedur pemantauan tetap dijalankan sesuai standar operasional hingga matahari terbenam, meskipun awan tebal menyelimuti ufuk. “Kalau untuk kriteria di sini memang belum memenuhi. Tinggi hilal masih di bawah ufuk,” ujar Abdul Ghofur saat ditemui di lokasi.
Wakil Ketua DPD LDII Jakarta Barat, Studianto, yang hadir bersama tim rukyat DPD LDII Jakarta Barat, menjelaskan bahwa sesuai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat, “Berdasarkan pengamatan di Masjid Al-Musyari’in, ketinggiannya masih di angka 0 derajat dan elongasinya juga masih jauh dari kriteria visibilitas,” jelas Studianto.
Dalam kesempatan tersebut, Studianto menegaskan komitmen LDII untuk menjaga persatuan dan mengikuti ketetapan resmi dari pemerintah melalui Kementerian Agama, “Kami sebagai ormas Islam mengikuti ketetapan 1 Ramadan berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dilakukan Kementerian Agama dan seluruh ormas yang terkait. Jadi, apa pun hasilnya, kami tetap hormati dan kami jalankan dengan baik,” tambah Studianto.
Hasil pantauan DPD LDII Jakarta Barat kemudian dilaporkan kepada Kantor Kemenag Jakbar, DPW LDII DKI Jakarta, dan DPP LDII. Pengamatan hilal tersebut dihadiri unsur lembaga falakiyah, Kasi Kementerian Agama Jakarta Barat, Sayful Anam, Ketua bidang rukyat masjid Jami Al Musari’in, KH Mawardi serta berbagai ormas Islam termasuk LDII.












