Jakarta Timur (10/1). Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Irjen Kemenhaj), Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menyebut Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebagai titik awal pembentukan petugas haji yang profesional, berintegritas, dan siap melayani jamaah. Hal tersebut ia sampaikan saat gladi bersih Diklat PPIH Arab Saudi 1447 Hijriah/2026 M di Asrama Haji, Jakarta Timur, Sabtu (10/1).
Dendi menyebut, Diklat tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta, “Pelatihan ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam menyiapkan petugas haji yang memiliki fisik kuat, mental tangguh sebagai pelayan jamaah, kompetensi sesuai tugas dan fungsi, serta solid dalam persatuan,” ujarnya.
Dendi menjelaskan, ibadah haji merupakan ibadah yang didominasi aktivitas fisik, sehingga petugas dituntut memiliki kondisi fisik yang prima. Selain itu, mental melayani dan kesiapan bekerja dalam tekanan juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini.
“Pelaksanaan diklat dilakukan secara bertahap. Pada minggu pertama, peserta dibekali pembinaan disiplin melalui peraturan baris-berbaris untuk melatih kepatuhan terhadap instruksi,” ungkapnya.
Selanjutnya, tambahnya, pada tahap berikutnya, peserta mendapatkan pelatihan teknis sesuai tugas masing-masing, mulai dari layanan bandara, akomodasi, katering, kesehatan, hingga sistem informasi dan media. “Tahap akhir diisi dengan simulasi penugasan di Madinah, Makkah, Arafah, dan Mina,” paparnya.
Dalam pelatihan ini, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan sebanyak 179 personel TNI dan Polri sebagai pelatih, bersama jajaran internal kementerian. Keterlibatan tersebut dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, keberanian, semangat pengabdian, dan kekompakan kepada seluruh calon petugas haji.
“Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional dan menjadi salah satu hajat terbesar umat Islam. Karena itu, seluruh petugas diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab sebagai pelayan tamu-tamu Allah,” tutupnya.

