Palembang (22/2). Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Sandi Nugroho mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI dan LDII bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal itu diungkapkan Irjen Pol Sandi saat menerima silaturahim tiga ormas tersebut di Palembang, Sumsel, pada Jumat (20/2).
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dengan tokoh agama, menjadi kunci menjaga kamtibmas. Mapolda Sumsel, terbuka sebagai ruang bersama untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga Sumsel tetap aman dan damai,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.
Ia mengungkapkan, Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat dengan mengedepankan prinsip netralitas serta pendekatan humanis, dalam menjaga stabilitas kamtibmas. “Terima kasih atas komitmen para tokoh agama mendukung hal ini,” ujar Sandi Nugroho.
Sementara itu, Ketua FKUB Sumsel, Syarnubi Soman mengapresiasi keterbukaan Kapolda Sumsel dalam membangun komunikasi lintas agama. “Secara umum, kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel berjalan kondusif dan harmonis. Namun, terdapat dinamika internal, khususnya mengendai dakwah di ruang publik dan media sosial. Perlu menjadi perhatian bersama, agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syarnubi menyoroti persoalan rumah ibadah di sejumlah kabupaten/kota yang secara administratif telah memenuhi ketentuan, namun pada proses perizinannya masih tertunda. “Kami berharap ada dukungan pengamanan dan mediasi, agar proses pendirian rumah ibadah dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, melalui musyawarah yang bijak,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum MUI Sumsel, KH Aflatun Muchtar menegaskan pentingnya dakwah yang menyejukkan, untuk menjaga stabilitas daerah. “Kami mendorong dakwah yang sejuk, menyejukkan dan tidak provokatif. Sebagai bagian, menjaga ukhuwah dan persatuan umat,” pungkasnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan keagamaan adalah keniscayaan, “Namun, tidak boleh berkembang menjadi konflik horizontal, yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas,” jelas KH Aflatun.
KH Aflatun menegaskan, sinergi umaro dan ulama menjadi fondasi penting, dalam menjaga keamanan wilayah. “Khususnya bersama kepolisian, menjadi fondasi penting, dalam menjaga Sumsel tetap aman dan damai,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah menegaskan kesiapan LDII untuk terus berkolaborasi menjaga kamtibmas. “Kami akan terus berkontribusi, melalui delapan program pengabdian LDII untuk bangsa,” tegasnya.
Rahmatullah mengungkapkan, pihaknya akan mengutamakan narasi dakwah yang kondusif, “Serta, akan terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” tutupnya.












