Oleh Akmaludin Akbar
Saat masalah datang bertubi-tubi, hal pertama yang sering kita lakukan adalah mengeluh atau panik, sehingga tak jarang kita merasa overthinking dan insecure. Bahkan banyak dari kita yang sibuk mencari solusi ke sana kemari, padahal tanpa di sadari ada satu pintu yang selalu terbuka lebar.
Dalam surah Al-Baqarah ayat 45, Allah SWT berfirman:
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ ……
“Dan memohonlah pertolongan (kepadaku Allah SWT) dengan sabar dan salat…”
Firman Allah SWT tersebut menunjukkan seberat apapun masalah kehidupan yang kita jalani, maka solusinya cukup dengan sabar dan shalat. Namun, kebanyakan dari kita umat manusia tidak menyadari hal tersebut.
Umat manusia kebanyakan terfokus menuntut solusi dari Allah SWT tanpa merenungkan hubungan spiritualnya. Seperti salat lima waktu yang masih sering ditunda-tunda atau hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Sehingga merasa kegelisahan atau keresahan hati itu sebagai ujian yang terlalu besar. Padahal, sabar dan salat merupakan dua jalur yang tidak terpisahkan. Sabar menjadi keteguhan hati seseorang, sementara salat menjadi sarana komunikasi langsung kepada Sang Pencipta.
Kutipan ayat tersebut juga memberikan pemahaman, jika seseorang mendapat ujian kehidupan maka seseorang harus yakin dapat melaluinya. Sebab Allah SWT, tidak akan memberikan ujian terhadap seorang hamba di luar batas kemampuan hamba tersebut.
Untuk itu, sebagai seorang hamba harus paham ketika sedang mendapat masalah tentu perbanyak sabar. Paham jika setiap hamba Allah SWT selalu diberikan cobaan atau mengalami tantangan di dalam kehidupan dunianya, baik cobaan yang tidak mengenakan hati maupun yang mengenakan hati.
Namun, perlu diingat sabar saja tidak cukup. Keteguhan hati seorang hamba akan semakin kuat saat disempurnakan dengan sujud di atas sajadah. Shalat pun menjadi upaya kita memohon kemudahan dan pertolongan kepada-Nya.
Bahkan, salat akan semakin nikmat, tidak hanya saat menjaga ketertiban waktunya tetapi juga paham arti dan makna bacaannya. Sebab semua bacaan salat mulai dari takbir hingga salam, terdiri dari pujian kepada Allah SWT, doa, serta ada lafal permohonan ampun kita kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, mari kita sebagai hamba Allah SWT berhenti untuk merasa overthinking dan insecure yang berlebihan. Jangan mudah terlena dan mengeluh bahwa beban hidup terlalu berat. Mari kita mulai dengan satu langkah kecil yaitu memperbaiki shalat kita, komunikasi, serta hubungan kita dengan Allah SWT.
Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Allah SWT jika kita selalu melibatkan urusan kehidupan dunia kepada-Nya. Yakinlah saat kita memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui shalat yang tertib dan benar, maka masalah-masalah kita tuntas dengan pertolongan-Nya. (Eva).
Lihat juga:












