Padang (1/1). Ketua DPW LDII Provinsi Sumatera Barat, Muchfiandi, mengajak seluruh warga LDII se-Sumatera Barat untuk memakmurkan masjid pada momentum pergantian tahun 2025 menuju 2026. Ajakan tersebut bertujuan agar malam tahun baru diisi dengan kegiatan ibadah, muhasabah, serta doa bersama sebagai wujud penguatan iman dan empati sosial.
“Pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apalagi di tengah kondisi Sumatera Barat yang masih menghadapi berbagai bencana alam, sudah sepatutnya warga LDII memperbanyak doa, kepedulian, dan amal saleh,” ujar H. Muchfiandi.
Menurutnya, memakmurkan masjid bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter warga LDII, khususnya generasi muda, agar terbiasa mengisi waktu dengan kegiatan positif dan menjauhkan diri dari aktivitas yang tidak bermanfaat.
“Seluruh masjid dan musala yang berada di bawah naungan LDII Sumatera Barat kami arahkan untuk dapat menyemarakkan kegiatan keagamaan secara serentak. Kegiatan tersebut dapat berupa pengajian, zikir, membaca Al Quran, doa bersama, serta tausiah yang mengajak jamaah melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” terangnya.
Sebagai organisasi dakwah dan kemasyarakatan, LDII Sumatera Barat juga menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 451/490/XII/Kesra-2025 yang mengimbau agar pergantian tahun tidak dirayakan dengan kegiatan hura-hura. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai dakwah LDII yang menekankan kesederhanaan, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Kami memandang edaran tersebut sebagai langkah yang sejalan dengan prinsip dakwah LDII. Mengisi malam tahun baru dengan ibadah di masjid merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, sekaligus menjaga ketertiban dan kekhusyukan masyarakat,” tegasnya.
Muchfiandi berharap, melalui kegiatan ibadah yang dilakukan secara serentak di masjid-masjid LDII, suasana pergantian tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan warga LDII dan masyarakat pada umumnya, “Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam membina umat agar semakin religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tutupnya.
Sekretaris LDII Sumbar, M. Abdillah, menambahkan keterangan kepada media bahwa secara serentak, generasi penerus (generus) LDII se-Indonesia melaksanakan zikir bersama pada malam (31/12/2025) dengan tajuk “Ngaji Akhir Tahun Pemuda LDII Tanam Pohon.” Acara yang diakhiri pada pukul 23.00 WIB tersebut dilanjutkan dengan istirahat serta ibadah salat malam dan Subuh Mubarokah.
“Secara nasional, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin. Pemuda LDII melaksanakan pengajian akhir tahun bukan untuk merayakan tahun baru di masjid atau musala, melainkan sebagai upaya muhasabah, zikir, dan ibadah sebagai pengganti amalan jahiliah,” jelasnya.
Terlebih, menurutnya, Sumatera Barat baru saja mengalami bencana banjir dan longsor, sehingga kurang elok jika masyarakat bersikap tanpa empati sosial. “Masjid dan musala naungan LDII se-Sumatera Barat, di bawah bimbingan pengurus LDII PC dan PAC, menggelar pengajian akhir tahun. Gerakan bersama ini mendapat dukungan penuh dari kepengurusan DPD maupun DPW untuk menjadi agenda rutin yang mendatangkan manfaat bagi generasi muda LDII,” pungkasnya.










