Sumedang (10/1). Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar doa bersama lintas agama menjelang pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (31/12), diikuti para tokoh agama, unsur pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutan sebelum doa bersama, Kapolda Jawa Barat mengajak seluruh hadirin untuk melakukan refleksi atas perjalanan selama satu tahun terakhir. Ia mengingatkan pentingnya mengevaluasi kontribusi yang telah diberikan kepada bangsa, memperbaiki kekurangan, serta mensyukuri berbagai anugerah yang telah diterima. Kapolda juga berharap agar kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dapat diampuni oleh Allah SWT.
“Kebaikan apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini, kekurangan apa yang harus kita perbaiki, dan anugerah apa yang telah kita terima agar ke depan bisa berbuat lebih baik lagi,” pesannya.
Doa bersama dipimpin secara bergantian oleh tokoh-tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Ketua LDII Kabupaten Sumedang, Usep Solehuddin, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para tokoh lintas agama. Ia mengajak masyarakat agar malam pergantian tahun tidak diisi dengan kegiatan yang bersifat mudarat, seperti menyalakan petasan, mengonsumsi minuman keras, narkoba, maupun pergaulan bebas.
“Lebih baik momentum ini kita gunakan untuk bertafakur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, atas apa yang sudah dan belum kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya,” ujarnya.
Usep menambahkan bahwa Rasulullah SAW telah mengingatkan tentang perubahan zaman yang menuntut umat untuk terus memperkuat akidah. Menurutnya, tantangan ke depan harus dihadapi dengan keimanan yang semakin kokoh serta perilaku yang lebih baik.
Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung di studio Polres Sumedang dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sumedang serta Ketua DPRD Kabupaten Sumedang.










