Tanah Laut (19/2). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Laut (Tala), KH Ahmad Syarifuddin Noor, menyampaikan tausyiah pada pengajian umum LDII Kabupaten Tanah Laut, Minggu (15/2/2026). Ia mengajak dan mengingatkan warga untuk meningkatkan ketakwaan terutama selama Ramadan.
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga dan digelar Masjid Sabilar Rosyad, Kelurahan Angsau, Pelaihari itu adalah agenda bulanan membina spiritual dan karakter warga.
Dalam tausyiahnya, KH Syarifudin Noor menegaskan, ukuran kemuliaan manusia bukanlah suku, golongan, ataupun latar belakang sosial, melainkan tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT. “Kita ini terdiri dari banyak suku. Bukan suku A atau suku B yang paling baik. Yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa,” ujarnya.
Karena itu jelang Ramadan, KH Syarif juga mengajak seluruh jamaah untuk melakukan persiapan lahir dan batin. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum peningkatan kualitas diri. “Persiapkan diri kita menyambut Ramadan dengan memperbaiki niat, memperbanyak istighfar, menjaga hati dari prasangka dan permusuhan, serta mulai membiasakan diri dengan ibadah-ibadah sunnah. Ramadan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan bagi jiwa kita,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan umat, memperbanyak sedekah, serta mempererat silaturahmi agar Ramadan menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo, mengatakan, acara yang dilaksanakan serentak di dua lokasi; Kelurahan Angsau, Pelaihari dan Desa Bukit Mulia, Kintap itu diharapkan meningkatkan semangat ibadah serta ketakwaan warga LDII Tala.
“Mendekati Ramadan, tentu materi tausiyah sangat relevan untuk mengingatkan kami agar lebih siap secara mental dan ibadah,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran Ketua MUI Tala di acara tersebut.
Ia berharap warga LDII dapat menyambut Ramadan dengan penuh kesiapan, meningkatkan kualitas ibadah, serta semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Selain itu juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat. (Lines Tala)











