Tabanan (19/2). Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, mengunjungi tempat pengolahan sampah plastik milik warga LDII Tabanan, Imam Kambali, Rabu siang (11/2/2026). Ia mengapresiasi teknik pirolisis untuk olah sampah rumah tangga.
Di momen itu, Rai Wahyuni juga didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabanan, I Komang Giriyasa beserta jajaran, sejumlah tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Denbantas, serta pengurus LDII Tabanan.
Rai Wahyuni yang juga istri Bupati Tabanan, I Gede Komang Sanjaya, melihat proses pengolahan sampah plastik hingga menjadi solar, minyak tanah, dan bensin dari teknik pirolisis. Ia terlihat antusias dengan sistem itu, apalagi saat ini pemerintah sedang menggalakan pengolahan sampah berbasis sumber. Menurutnya, inovasi Imam Kambali bisa menjadi contoh bagaimana sampah palstik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Saya sangat mengapresiasi Bapak Imam Kambali atas inovasinya mengolah sampah plastik. Hal ini bisa ditularkan ke masing-masing rumah tangga,” ujar Rai Wahyuni. Ia menambahkan, sampah saat ini sudah menjadi masalah serius yang harus ditanggulangi bersama. Karena itu perlu pengolahan sampah yang serius dengan berbasis sumber.
“Pak Imam Kambali sudah bisa menghasilkan minyak tanah, bensin, dan solar dari sampah plastik. Selain itu juga menghasilkan pupuk dari sampah organik yang bisa dimanfaatkan langsung,” kata dia.
Imam Kambali mengolah sampah organik seperti daun, sisa makanan, dan sisa buah-buahan menjadi pupuk. Hasil pupuk organik itu digunakan memupuk tanaman hias dan cabai habanero. “Hasil ini bisa digetoktularkan ke rumah tangga lainnya,” kata dia.
Sementara itu Kakankemenag Tabanan I Komang Giriyasa mengatakan bahwa kunjungan itu menjadi suntikan motivasi bagi kontribusi warga. Selain itu, pemerintah perlu hadir mendukung karya dan kontribusi warga seperti pengolahan sampah teknik pirolisis milik Imam Kambali yang menjadi kesadaran bahwa warga peduli penanganan sampah.
“Terima kasih Ibu Ketua TP PKK Tabanan. Kami juga mengapresiasi Imam Kambali dan pengurus LDII Tabanan yang sudah semangat dalam mengolah sampah. Ke depan, mari bersinergi untuk terus menjaga alam dan lingkungan,” ucapnya.
Mengenai pengolahan sampah rumah tangga, Kambali sejauh ini telah mendirikan komunitas Bali Harmoni untuk mengajak orang lain peduli sampah. Untuk menyelesaikan persoalan sampah, kata Kambali, membutuhkan aksi tak **sekadar teoritis dan birokratis. Pria asal Jombang, Jawa Timur itu merasa bahagia karena hidupnya bermanfaat bagi lingkungan dan sesama manusia.
Sementara itu Ketua DPD LDII Tabanan, Maulana Sandijaya mengatakan, pengolahan itu sejalan dengan program LDII Mereresik, yakni rutin mengumpulkan sampah plastik yang sudah dipilah dari rumah. Sampah itu kemudian diambil Imam Kambali setiap sebulan sekali untuk diolah lebih lanjut.
“Kita tidak bisa menyerahkan pengolahan sampah sepenuhnya pada pemerintah. Sebagai penghasil sampah, kita ikut bertanggungjawab mengolah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” ujarnya. (ana)











